Realisasi Anggaran Pembebasan Lahan PSN Tembus Rp134,45 Triliun per Awal Oktober 2024, Terbesar Untuk Tol
Hefriday | 7 Oktober 2024, 21:38 WIB

AKURAT.CO Direktur Pengadaan dan Pendanaan Lahan, Rustanto, memberikan paparan terkait realisasi pendanaan dan perkembangan Proyek Strategis Nasional (PSN) pada sebuah forum baru-baru ini.
Dalam presentasinya dalam webinar Capaian Kinerja Optimalisasi Aset Negara dan Pendanaan Lahan Infrastruktur dari APBN, Rustanto mengungkapkan bahwa pemerintah terus mempercepat pembangunan infrastruktur dengan fokus pada berbagai sektor, termasuk jalan tol, bendungan, dan proyek lain yang tersebar di seluruh Indonesia.
Rustanto menyebutkan bahwa total realisasi anggaran pembebasan lahan untuk PSN sejak 2017 hingga 4 Oktober 2024 mencapai Rp134,45 triliun, dengan alokasi terbesar pada pembangunan jalan tol. "Total PSN jalan tol itu ada 53 proyek dengan total realisasi hingga 4 Oktober 2024 mencapai Rp112,18 triliun. Untuk tahun ini saja, sudah direalisasikan sebesar Rp7,91 triliun," ujar Rustanto.
Baca Juga: Kelola Aset Negara, LMAN Bukukan PNBP Rp3,245 Triliun
Tak hanya jalan tol, Rustanto juga memaparkan progres proyek bendungan yang menjadi salah satu prioritas pembangunan. "Untuk bendungan, ada 40 PSN dengan total realisasi Rp14,44 triliun hingga 4 Oktober 2024. Sedangkan untuk tahun ini saja, realisasinya mencapai Rp1,11 triliun," tambahnya.
Selain itu, ada lima proyek irigasi yang telah direalisasikan sebesar Rp64 miliar dengan alokasi Rp2 miliar untuk tahun 2024. Di sektor lain, proyek jalur kereta api mencakup 10 PSN dengan total Rp3,32 triliun, dan proyek pelabuhan satu PSN dengan realisasi Rp0,8 triliun.
Salah satu fokus utama pemerintah saat ini adalah pengembangan proyek PSN di IKN. Rustanto menjelaskan, "Total realisasi PSN IKN hingga 4 Oktober 2024 adalah Rp2,85 triliun, dengan Rp1,43 triliun di antaranya telah dialokasikan untuk tahun 2024."
Proyek di IKN mencakup pembangunan jalan, kawasan inti pusat pemerintahan, dan infrastruktur pendukung lainnya. "Pembangunan di IKN melibatkan banyak proyek strategis, tidak hanya jalan, tetapi juga kawasan inti pusat pemerintahan yang menjadi fokus utama pemerintah," jelas Rustanto.
Rustanto juga memaparkan bahwa jalan tol masih mendominasi PSN, dengan proporsi yang sangat signifikan. "Kalau kita lihat dari data, tahun 2024 ini, sekitar 74,81 persen dari total PSN adalah untuk jalan tol. Ini menunjukkan betapa besarnya perhatian pemerintah terhadap pembangunan jalan tol sebagai infrastruktur utama," ungkapnya.
Dalam penjelasannya, Rustanto menggunakan data visual berupa bar chart dan diagram garis untuk memperlihatkan tren perkembangan proyek infrastruktur dari tahun ke tahun. Ia juga menekankan bahwa pembayaran langsung untuk pendanaan PSN telah meningkat, menggantikan penggunaan dana talangan yang sebelumnya mendominasi.
"Di tahun 2024, penggunaan dana talangan hanya tersisa sekitar 4 persen, ini tentu merupakan perkembangan yang sangat positif bagi Badan Usaha Jalan Tol (BUJT)," ujar Rustanto.
Rustanto menegaskan bahwa PSN tidak hanya terfokus di Pulau Jawa, tetapi tersebar di berbagai wilayah Indonesia. "Dari 126 PSN, sekitar 23 persen ada di Sumatera, 47 persen di Jawa, 15 persen di Kalimantan, 9,5 persen di Sulawesi, dan sisanya di wilayah lain," ungkapnya.
Penekanan pada penyebaran proyek ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk mempercepat pembangunan di luar Jawa dan mendorong pemerataan infrastruktur di seluruh Indonesia.
Rustanto juga mengungkapkan proyek-proyek prioritas PSN, tersebar baik di sektor jalan tol maupun non-tol. Beberapa proyek jalan tol prioritas antara lain Tol Ngawi-Kertosono-Kediri sepanjang 144 km dengan total dana Rp1,27 triliun dan Tol Yogyakarta-Bawen sepanjang 75 km dengan alokasi Rp31,17 triliun.
Sedangkan di sektor non-tol, proyek prioritas meliputi pembangunan Bendungan Sepaku Semoi dengan total dana Rp250 miliar dan pembangunan infrastruktur tahap pertama IKN senilai Rp165,40 miliar.
Dengan perkembangan pesat ini, pemerintah optimis dapat menyelesaikan beberapa PSN strategis pada akhir tahun 2024. "Kami menargetkan tidak kurang dari 8 PSN yang akan selesai di tahun ini, termasuk 3 Jalan Trans Sumatera (JTTS) dan proyek lain yang strategis bagi pengembangan ekonomi nasional," tukas Rustanto.
Tak hanya jalan tol, Rustanto juga memaparkan progres proyek bendungan yang menjadi salah satu prioritas pembangunan. "Untuk bendungan, ada 40 PSN dengan total realisasi Rp14,44 triliun hingga 4 Oktober 2024. Sedangkan untuk tahun ini saja, realisasinya mencapai Rp1,11 triliun," tambahnya.
Selain itu, ada lima proyek irigasi yang telah direalisasikan sebesar Rp64 miliar dengan alokasi Rp2 miliar untuk tahun 2024. Di sektor lain, proyek jalur kereta api mencakup 10 PSN dengan total Rp3,32 triliun, dan proyek pelabuhan satu PSN dengan realisasi Rp0,8 triliun.
Salah satu fokus utama pemerintah saat ini adalah pengembangan proyek PSN di IKN. Rustanto menjelaskan, "Total realisasi PSN IKN hingga 4 Oktober 2024 adalah Rp2,85 triliun, dengan Rp1,43 triliun di antaranya telah dialokasikan untuk tahun 2024."
Proyek di IKN mencakup pembangunan jalan, kawasan inti pusat pemerintahan, dan infrastruktur pendukung lainnya. "Pembangunan di IKN melibatkan banyak proyek strategis, tidak hanya jalan, tetapi juga kawasan inti pusat pemerintahan yang menjadi fokus utama pemerintah," jelas Rustanto.
Rustanto juga memaparkan bahwa jalan tol masih mendominasi PSN, dengan proporsi yang sangat signifikan. "Kalau kita lihat dari data, tahun 2024 ini, sekitar 74,81 persen dari total PSN adalah untuk jalan tol. Ini menunjukkan betapa besarnya perhatian pemerintah terhadap pembangunan jalan tol sebagai infrastruktur utama," ungkapnya.
Dalam penjelasannya, Rustanto menggunakan data visual berupa bar chart dan diagram garis untuk memperlihatkan tren perkembangan proyek infrastruktur dari tahun ke tahun. Ia juga menekankan bahwa pembayaran langsung untuk pendanaan PSN telah meningkat, menggantikan penggunaan dana talangan yang sebelumnya mendominasi.
"Di tahun 2024, penggunaan dana talangan hanya tersisa sekitar 4 persen, ini tentu merupakan perkembangan yang sangat positif bagi Badan Usaha Jalan Tol (BUJT)," ujar Rustanto.
Rustanto menegaskan bahwa PSN tidak hanya terfokus di Pulau Jawa, tetapi tersebar di berbagai wilayah Indonesia. "Dari 126 PSN, sekitar 23 persen ada di Sumatera, 47 persen di Jawa, 15 persen di Kalimantan, 9,5 persen di Sulawesi, dan sisanya di wilayah lain," ungkapnya.
Penekanan pada penyebaran proyek ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk mempercepat pembangunan di luar Jawa dan mendorong pemerataan infrastruktur di seluruh Indonesia.
Rustanto juga mengungkapkan proyek-proyek prioritas PSN, tersebar baik di sektor jalan tol maupun non-tol. Beberapa proyek jalan tol prioritas antara lain Tol Ngawi-Kertosono-Kediri sepanjang 144 km dengan total dana Rp1,27 triliun dan Tol Yogyakarta-Bawen sepanjang 75 km dengan alokasi Rp31,17 triliun.
Sedangkan di sektor non-tol, proyek prioritas meliputi pembangunan Bendungan Sepaku Semoi dengan total dana Rp250 miliar dan pembangunan infrastruktur tahap pertama IKN senilai Rp165,40 miliar.
Dengan perkembangan pesat ini, pemerintah optimis dapat menyelesaikan beberapa PSN strategis pada akhir tahun 2024. "Kami menargetkan tidak kurang dari 8 PSN yang akan selesai di tahun ini, termasuk 3 Jalan Trans Sumatera (JTTS) dan proyek lain yang strategis bagi pengembangan ekonomi nasional," tukas Rustanto.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










