Akurat

Tutup Backlog Perumahan, SMF Minta PMN Rp1,89 T

Demi Ermansyah | 1 Juli 2024, 18:25 WIB
Tutup Backlog Perumahan, SMF Minta PMN Rp1,89 T

AKURAT.CO PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) (SMF) meminta persetujuan DPR RI untuk mendapatkan suntikan modal (PMN) sebesar Rp1,89 triliun tahun ini.

Di mana hal tersebut disampaikan secara langsung oleh Direktur Utama SMF, Ananta Wiyogo pada saat Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi XI DPR RI di Jakarta.

Ananta menjelaskan bahwa alokasi PMN ini akan dilakukan untuk membangun 166.000 rumah yang sesuai dengan targer pemerintah saat ini. Pembangunan unit rumah tersebut dipaparkan oleh Ananta mengingat sampai saat ini angka Backlog perumahan di Indonesia masih di angka 9,91 juta.

“PMN sebesar Rp1,89 triliun ini sangat dibutuhkan untuk pembiayaan 166.000 unit rumah pada 2024,” ujar Ananta di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (1/7).

Baca Juga: SMF Pastikan Bunga Subsidi KPR Tetap 5 Persen Meski BI Rate Naik

Lebih lanjut dirinya menegaskan bahwa suntikan dana dari pemerintah akan meningkatkan kinerja keuangan SMF, mengingat aset dan pendapatan SMF meningkat dari tahun 2019 hingga 2023 setelah menerima PMN pada akhir 2017.

“Dari tahun 2019-2023, aset SMF berkembang dari Rp26,6 triliun (2019) menjadi Rp45,7 triliun (2023). Pendapatan meningkat dari Rp1,8 triliun (2019) menjadi Rp2 triliun (2023) dan laba bersihnya naik menjadi Rp463 miliar pada 2023 dari Rp418 miliar pada 2022 yang sempat terdampak Covid-19,” papar Ananta.

Tak hanya itu, Ananta juga menambahkan bahwa PMN dari pemerintah akan digunakan untuk membiayai kredit KPR FLPP secara keseluruhan. Namun, untuk mencapai target pembangunan 166.000 rumah tahun ini, SMF membutuhkan total dana Rp7,02 triliun, yang akan dilengkapi dengan penerbitan surat utang sebesar Rp5,12 triliun.

"PMN 2024 sebesar Rp1,89 triliun akan digabung dengan dana SMF dan dana lainnya sebesar Rp5,12 triliun, sehingga total menjadi Rp7,02 triliun. Ditambah dukungan pemerintah sebesar Rp21,05 triliun, totalnya menjadi Rp28,06 triliun untuk 166.000 unit rumah dengan suku bunga KPR FLPP 5 persen selama 20 tahun," jelasnya. 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.