Akurat

Naik Dua Kali Lipat, Setoran Pajak PalmCo Tembus Rp4,1 Triliun di 2024

Hefriday | 9 September 2025, 17:39 WIB
Naik Dua Kali Lipat, Setoran Pajak PalmCo Tembus Rp4,1 Triliun di 2024

AKURAT.CO Holding Perkebunan PTPN III (Persero) melalui subholding PTPN IV PalmCo mencatatkan capaian signifikan dalam kontribusi fiskal bagi negara.

Sepanjang 2024, PalmCo menyetor pajak dan pungutan hingga Rp4,1 triliun, jumlah tertinggi sejak perusahaan resmi beroperasi.
 
Capaian tersebut menandai lompatan besar dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Pada 2023, kontribusi pajak PalmCo tercatat Rp1,83 triliun, sementara pada 2022 sebesar Rp1,81 triliun. 
 
Dengan demikian, dalam tiga tahun terakhir, total kontribusi fiskal PalmCo telah melampaui Rp7,7 triliun.
 
Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko Santosa, mengatakan peningkatan setoran pajak dan pungutan tersebut tidak lepas dari transformasi perusahaan pascarestrukturisasi.
 
 
Perbaikan tata kelola, efisiensi biaya, serta peningkatan produktivitas disebut menjadi kunci utama dalam mendongkrak kinerja keuangan perusahaan.
 
“Kontribusi pajak bukan hanya kewajiban, tetapi bagian dari peran aktif kami dalam pembangunan nasional. Melalui dana publik yang dihasilkan, PalmCo turut mendukung pembiayaan program-program pembangunan negara,” ujar Jatmiko dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Selasa (9/9/2025).
 
Berdasarkan data perusahaan, rincian kontribusi pajak PalmCo mencakup Pajak Pertambahan Nilai (PPN) masukan dan keluaran dengan total Rp3,2 triliun dalam tiga tahun terakhir, serta Pajak Penghasilan (PPh) badan sebesar Rp2,95 triliun.
 
Selain itu, PalmCo juga menyetor pungutan ekspor lebih dari Rp152 miliar. Tidak hanya itu, perusahaan juga konsisten membayar Pajak Penghasilan Pasal 21 dari gaji karyawan.
 
Pada 2024, setoran PPh 21 meningkat menjadi Rp406 miliar, mencerminkan kontribusi signifikan terhadap fiskal sekaligus kesejahteraan tenaga kerja di sektor perkebunan.
 
PalmCo juga tercatat memberikan dampak positif bagi pemerintah daerah melalui pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). Pada 2024, PalmCo membayar PBB senilai Rp402 miliar, jauh lebih tinggi dibandingkan Rp90 miliar pada 2023.
 
“Peningkatan pembayaran PBB tentu berdampak positif terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD), yang pada akhirnya digunakan untuk membiayai pelayanan publik seperti pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur,” tambah Jatmiko.
 
Ke depan, PalmCo menargetkan peningkatan kinerja keuangan dengan mengoptimalkan produktivitas dan menekan biaya operasional. Perusahaan membidik rasio Return on Assets (ROA) sebesar 7,5% dalam dua hingga tiga tahun mendatang.
 
Selain itu, PalmCo terus memperkuat transparansi melalui digitalisasi proses perpajakan dan koordinasi erat dengan otoritas fiskal. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat akuntabilitas sekaligus meningkatkan kepatuhan perusahaan terhadap aturan yang berlaku.
 
Catatan kontribusi fiskal PalmCo dalam tiga tahun terakhir dinilai menjadi refleksi penting bagi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sektor perkebunan.
 
Tak hanya berfokus pada pertumbuhan bisnis, PalmCo menegaskan komitmennya untuk mendukung pembangunan nasional secara berkelanjutan.
 
“Sebagai bagian dari BUMN, kami tidak hanya mengejar profitabilitas, tetapi juga memastikan kontribusi nyata bagi negara dan masyarakat,” kata Jatmiko.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

H
Reporter
Hefriday
Yosi Winosa