Akurat

Akhiri Pekan, Rupiah Nanjak Lagi 30 Poin ke Rp16.375

M. Rahman | 28 Juni 2024, 15:35 WIB
Akhiri Pekan, Rupiah Nanjak Lagi 30 Poin ke Rp16.375

AKURAT.CO Rupiah ditutup menguat lagi 30 poin ke level Rp16.375 pada perdagangan Jumat, 28 Juni 2024. 

Pengamat Pasar Uang dan Direktur PT Laba Forexindo Berjangka, Ibrahim Assuaibi mengatakan penguatan rupiah ditopang sentimen eksternal dan internal. Dari eksternal, sebagian besar pedagang tetap bias terhadap greenback menjelang data indeks harga PCE utama, yang merupakan ukuran inflasi pilihan The Fed.

Data tersebut akan dirilis pada hari Jumat dan diperkirakan menunjukkan inflasi sedikit menurun pada bulan Mei, namun tetap jauh di atas target tahunan The Fed sebesar 2%. Dolar sedikit terpengaruh oleh data terbaru yang menunjukkan adanya penurunan pada perekonomian AS, khususnya pasar tenaga kerja. Ketidakpastian mengenai kapan dan seberapa besar The Fed akan menurunkan suku bunga membuat aliran dana ke dolar tetap kuat.

Baca Juga: Sebab Rupiah Melemah, Sri Mulyani: Suku Bunga The Fed Tak Akan Turun Seperti Harapan Pasar

Selain itu, Data inflasi yang beragam dari ibu kota Jepang hanya memberikan sedikit dukungan terhadap mata uang tersebut, begitu pula dengan peringatan berulang kali dari pemerintah. Nilai tukar mata uang ini kini berada jauh di atas level yang menarik intervensi pemerintah pada bulan Mei. Meskipun para pejabat terus memberikan peringatan lisan, pergerakan pada pasangan USDJPY menunjukkan bahwa sejauh ini belum ada intervensi nyata yang dilakukan.

Data indeks harga konsumen dari Tokyo juga menunjukkan sedikit kenaikan inflasi. Meskipun inflasi umum meningkat, inflasi dasar masih jauh di bawah target tahunan Bank Sentral Jepang sebesar 2%. Data inflasi yang lemah menambah keraguan mengenai seberapa besar ruang yang dimiliki BOJ untuk memperketat kebijakan moneter yang merupakan faktor utama di balik pelemahan yen baru-baru ini.

Sentimen Internal

Pasar merespon positif terhadap Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat realisasi belanja bantuan sosial (bansos) hingga Mei 2024 senilai Rp70,5 triliun. Gelontoran anggaran tersebut naik 12,7 persen secara tahunan (yoy), dibandingkan tahun lalu sebesar Rp62,5 triliun. Kenaikan realisasi belanja bansos ini utamanya dipengaruhi oleh penyaluran bansos Kartu Sembako untuk dua bulan sekaligus,

Adapun pemanfaatan belanja bansos ini dilaksanakan oleh Kementerian Sosial (Kemensos) sebesar Rp37,4 triliun. Diantaranya digunakan untuk penyaluran Program Keluarga Harapan (PKH) bagi 10 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM), dan Kartu Sembako untuk 18,7 juta KPM.

Selain itu, di Kementerian Kesehatan (Kemenkes) sebesar Rp19,3 triliun. Utamanya untuk membantu keluarga dan individu yang tidak mampu sebanyak 96,8 juta peserta dari BPJS Kesehatan. Kemudian, Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) sebesar Rp11,9 triliun. Bansos ini untuk bantuan Program Indonesia PIntar (PIP) kepada 8,8 juta siswa, dan KIP Kuliah bagi 766,7 ribu mahasiswa.

Sementara, untuk Kementerian Agama sebesar Rp1,6 triliun dalam bentuk PIP dan KIP. Bagi sekolah berbasis agama sebanyak 1,5 juta untuk siswa PIP dan 47.000 mahasiswa untuk KIP Kuliah. Sedangkan bantuan bantuan sosial akibat daerah atau masyarakat yang mengalami bencana alam itu ada Rp100 miliar yang sudah dicairkan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
Reporter
M. Rahman
Yosi Winosa