Rupiah Terjun 18 Poin ke Rp16.090 Jelang Rilis Data PCE AS

AKURAT.CO Rupiah ditutup melemah 18 poin ke level Rp16.090 pada perdagangan Selasa, 28 Mei 2024 jelang rilis data PCE AS akhi pekan.
Pengamat Pasar Uang dan Direktur PT Laba Forexindo Berjangka, Ibrahim Assuaibi mengatakan fokus minggu ini adalah pada data indeks harga PCE, yang akan dirilis pada hari Jumat.Angka tersebut merupakan ukuran inflasi pilihan Federal Reserve, dan kemungkinan akan menjadi faktor dalam pandangan bank sentral mengenai penurunan suku bunga.
Kemudian, data indeks manajer pembelian utama dari China, yang akan dirilis pada hari Jumat ini, untuk mendapatkan petunjuk lebih lanjut mengenai aktivitas bisnis di negara importir tembaga terbesar di dunia tersebut.
"Pembacaan PCE juga muncul karena para pedagang terus memperkirakan ekspektasi penurunan suku bunga oleh The Fed tahun ini. Alat CME Fedwatch menunjukkan para pedagang sekarang mengharapkan peluang lebih besar untuk mempertahankan suku bunga pada bulan September, dibandingkan dengan sebelumnya, yang memperkirakan penurunan suku bunga secara luas," ujar Ibrahim dikutip Selasa (28/5/2024).
Baca Juga: Rupiah Naik Tipis 4 Poin ke Rp15.995 Jelang Rilis Risalah The Fed Nanti Malam
Tren ini terjadi ketika serangkaian pejabat The Fed memperingatkan bahwa inflasi yang tinggi akan menghalangi bank sentral untuk melakukan pelonggaran kebijakan lebih awal. Meskipun pembacaan PCE pada hari Jumat diperkirakan akan menunjukkan sedikit penurunan tekanan harga, inflasi diperkirakan masih akan tetap jauh di atas target tahunan The Fed sebesar 2%.
Hal ini membuat para pedagang mulai memperkirakan peluang yang lebih besar bahwa The Fed akan mempertahankan suku bunganya pada bulan September, dibandingkan dengan ekspektasi sebelumnya yang memperkirakan penurunan suku bunga sebesar 25 basis poin.
Sentimen Internal
Meski dunia sedang diwarnai oleh ketegangan yang terus meningkat di Timur Tengah akibat serangan Israel ke Rafah, Palestina. Namun dari segi ekonomi global ada kabar baik, terutama terkait dengan Baltic Index. Dari sisi good news-nya Baltic Index yang menggambarkan volume traffic dari freight yaitu angkutan barang antar negara naik 112% dibanding periode Desember 2023.
Lonjakan ini menandakan adanya peningkatan dalam perdagangan internasional, yang didorong oleh perbaikan ekonomi di berbagai negara, termasuk China. Hal ini memberikan harapan bahwa kondisi global dapat menjadi lebih baik dari prediksi yang diberikan oleh IMF dan Bank Dunia pada tahun 2024.
Meskipun ada tanda-tanda positif dalam ekonomi global, ketegangan geopolitik masih menjadi ancaman yang menghantui stabilitas dunia.
Eskalasi konflik di Gaza, di mana pasukan Israel telah memasuki Rafah, yang menimbulkan dinamika yang luar biasa di kawasan tersebut. Hubungan yang tegang antara Amerika Serikat dan China turut mempengaruhi kondisi global secara keseluruhan.
Dengan demikian, meskipun terdapat kabar baik dalam hal perbaikan ekonomi global, penting bagi semua pihak untuk tetap waspada terhadap ketegangan geopolitik yang dapat mempengaruhi stabilitas dan pertumbuhan ekonmi di seluruh dunia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









