Hadapi Tantangan Global, Fundamental Ekonomi RI Perlu Tetap Solid

AKURAT.CO Di tengah tren pemulihan ekonomi global dan nasional, perekonomian Indonesia di tahun 2024 diprediksi akan menghadapi berbagai sejumlah ketidakpastian.
Hal ini salah satunya dipengaruhi faktor eksternal, seperti perang Israel-Palestina, Rusia-Ukraina, ancaman perubahan iklim yang dapat mengganggu rantai pasok pangan hingga kepada inflasi dan kenaikan suku bunga, perlambatan ekonomi China dan Amerika.
Melihat banyaknya tekanan eksternal yang akan dihadapi Indonesia, Ekonom Permata Bank Josua Pardede meminta agar pemerintah dapat terus menjaga fundamental ekonomi yang tetap solid.
"Sebab apabila fundamental ekonomi kita solid, apapun guncangan (shock) dari global masih tetap bisa dimitigasi," ucapnya saat diwawancarai Akurat.co di Fakultas Ekonomi Bisnis, Universitas Indonesia, Rabu (22/5/2024).
Baca Juga: Sektor Perbankan dan Ekonomi Indonesia Tahan Banting
Tak hanya itu saja, lanjut Josua, kebijakan fiskal serta moneter juga harus prudent serta koordinasi kebijakan yang benar-benar harus dijaga. "Sebab melalui koordinasi kebijakan ini dari sisi fiskal dan moneternya terus bersinergi gitu sehingga memberikan confidence juga buat investor," ucapnya kembali.
Investor Confidence juga harus tetap dijaga, tambahnya, agar tidak terjadi aliran modal asing yang keluar secara signifikan. "Sebab kalau itu terjadi (Investor Confidence terjaga) tentu rupiah kita stabil dan juga bisa mensupport perekonomian kita untuk kedepannya," imbuhnya.
Sebelumnya Gubernur BI, Perry Warjiyo menyampaikan hasil stress test BI menunjukkan ketahanan perbankan dan korporasi tetap kuat dalam menghadapi berbagai tekanan. Kondisi perbankan yang tetap kuat tersebut dapat memitigasi dampak ketidakpastian pasar keuangan global terhadap stabilitas sistem keuangan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










