Sektor Perbankan dan Ekonomi Indonesia Tahan Banting
Demi Ermansyah | 22 Mei 2024, 17:00 WIB

AKURAT.CO Ketidakpastian ekonomi global tampaknya kembali menjadi momok menakutkan bagi seluruh negara, termasuk Indonesia sendiri. Di mana gejolak pasar keuangan beberapa bulan ini terus meningkat diantaranya arah suku bunga The Fed, Perang Dagang hingga kepada tensi Geopolitik Timur Tengah.
Bahkan beberapa waktu lalu Bank Indonesia (BI) membeberkan hasil stress test BI terkait kondisi perbankan di tengah momok menakutkan ketidakpastian ekonomi global. Merespon hal tersebut, Ekonom Permata Bank Josua Pardede menjelaskan bahwa stress test sektor keuangan RI sampai saat ini masih aman meski tekanan dari global kian meningkat.
Josua melihat sejauh gejolak di pasar keuangan memang tinggi khususnya karena ketidakpastian arah suku bunga FED serta tensi geopolitik di Timur Tengah. Namun demikian, fundamental ekonomi Indonesia masih terbilang cukup baik.
"Hal ini terlihat dari compliance perbankan sendiri, dari data-data semuanya bagus, risiko kredit terjaga, likuiditas masih memadai serta sisi penyaluran kredit pun juga masih tetap double digit," ucapnya saat diwawancarai Akurat.co di Fakultas Ekonomi Bisnis, Universitas Indonesia, Rabu (22/5/2024).
Melihat hal tersebut, lanjutnya, jika berbicara daya tahan tentunya masih sangat baik untuk bisa meredam ataupun menjaga sektor keuangan Indonesia. "Sebab apabila ada shock dari globalnya saya pikir saat ini ketahanan sektor perbankan dan juga ekonomi Indonesia keseluruhan akan tahan banting," paparnya.
Tambahan informasi, Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, sebelumnya memaparkan bahwa hasil stress test BI menunjukkan ketahanan perbankan dan korporasi tetap kuat dalam menghadapi berbagai tekanan. Kondisi perbankan yang tetap kuat tersebut dapat memitigasi dampak ketidakpastian pasar keuangan global terhadap stabilitas sistem keuangan.
Perry menambahkan, saat ini kondisi ketahanan perbankan tercermin dari likuiditas yang memadai, risiko kredit yang menurun, dan permodalan yang kuat. Likuiditas perbankan memadai, tercermin dari rasio AL/DPK pada Maret 2024 yang terjaga tinggi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










