AKURAT.CO Ketidakpastian ekonomi global tampaknya kembali menjadi momok menakutkan bagi seluruh negara, termasuk Indonesia sendiri. Di mana gejolak pasar keuangan beberapa bulan ini terus meningkat diantaranya arah suku bunga The Fed, Perang Dagang hingga kepada tensi Geopolitik Timur Tengah.
Bahkan beberapa waktu lalu Bank Indonesia (BI) membeberkan hasil stress test BI terkait kondisi perbankan di tengah momok menakutkan ketidakpastian ekonomi global. Merespon hal tersebut, Ekonom Permata Bank Josua Pardede menjelaskan bahwa stress test sektor keuangan RI sampai saat ini masih aman meski tekanan dari global kian meningkat.
Josua melihat sejauh gejolak di pasar keuangan memang tinggi khususnya karena ketidakpastian arah suku bunga FED serta tensi geopolitik di Timur Tengah. Namun demikian, fundamental ekonomi Indonesia masih terbilang cukup baik.
"Hal ini terlihat dari compliance perbankan sendiri, dari data-data semuanya bagus, risiko kredit terjaga, likuiditas masih memadai serta sisi penyaluran kredit pun juga masih tetap double digit," ucapnya saat diwawancarai Akurat.co di Fakultas Ekonomi Bisnis, Universitas Indonesia, Rabu (22/5/2024).
Melihat hal tersebut, lanjutnya, jika berbicara daya tahan tentunya masih sangat baik untuk bisa meredam ataupun menjaga sektor keuangan Indonesia. "Sebab apabila ada shock dari globalnya saya pikir saat ini ketahanan sektor perbankan dan juga ekonomi Indonesia keseluruhan akan tahan banting," paparnya.
Tambahan informasi, Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, sebelumnya memaparkan bahwa hasil stress test BI menunjukkan ketahanan perbankan dan korporasi tetap kuat dalam menghadapi berbagai tekanan. Kondisi perbankan yang tetap kuat tersebut dapat memitigasi dampak ketidakpastian pasar keuangan global terhadap stabilitas sistem keuangan.
Perry menambahkan, saat ini kondisi ketahanan perbankan tercermin dari likuiditas yang memadai, risiko kredit yang menurun, dan permodalan yang kuat. Likuiditas perbankan memadai, tercermin dari rasio AL/DPK pada Maret 2024 yang terjaga tinggi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 10 Oktober 2026: Watak Weton Sabtu Kliwon dan Hari Baiknya
- 2Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 3Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 4Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 5India Diguncang Gelombang Penangkapan, Ribuan Orang Ditahan Jelang Demo Tuntut Ketua KPU Mundur
- 6Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 7Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 8Kesepakatan Diesel Trump-Putin Dicibir Zelensky: Kami Dijadikan Kedok
- 9Kata Gibran Terkait Survei Celios: Kritik Harus Dijawab dengan Kerja Lebih Baik
- 10KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid Pekan Ini









