Menteri AHY Ingin RI Jadi Destinasi Investasi Yang Kompetitif

AKURAT.CO Menteri Agraria dan dan Tata Ruang (ATR)/Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Agus Harimurti Yudhoyono atau AHY mengungkapkan Indonesia harus menjadi destinasi investasi yang baik, sehat dan kompetitif.
"Kita ingin turut membangun iklim investasi yang baik, sehat dan kompetitif. Indonesia harus menjadi destinasi investasi yang juga kompetitif," ujar Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) melalui lansiran Antara, Rabu (22/5/2024).
Menurut dia, jangan sampai justru capital atau modal bergerak di negara-negara sekitar Indonesia, padahal Indonesia memiliki segala hal yang bisa menjadi daya tarik.
Baca Juga: Naik 8 Persen, Investasi Korsel ke RI Tembus USD2,5 M di 2023
Kementerian ATR/BPN sendiri bertanggung jawab untuk bisa meyakinkan bahwa lahan-lahan yang ingin digunakan atau diprioritaskan menjadi lahan investasi untuk industri, termasuk juga untuk membangun infrastruktur.
"Apakah untuk hunian penduduk termasuk juga pusat-pusat komersial yang lainnya, ini juga harus kita yakinkan bahwa lahannya itu siap secara clean and clear. Jadi jangan sampai investor sudah siap kemudian lahannya tidak jelas," katanya.
Sebagai informasi, Presiden RI Joko Widodo menyatakan iklim investasi dalam negeri perlu terus diperbaiki guna meningkatkan daya saing Indonesia di tingkat global. Salah satu sektor perbaikan yang disorot Presiden berkaitan dengan masalah perizinan dan pembebasan lahan.
Untuk itu Presiden mengarahkan agar sektor investasi tak lagi terkonsentrasi pada upaya pemasaran, tapi beralih pada strategi penyelesaian permasalahan di dalam negeri. Strategi yang efektif untuk diterapkan dalam menggaet minat investor, kata Jokowi, adalah bekerja fokus, detail dan selesai pada simpul persoalan yang terjadi di dalam negeri.
Jokowi menyampaikan bahwa Indonesia masuk dalam peringkat 34 negara paling kompetitif di dunia berdasarkan laporan lembaga akademik Swiss, International Institute for Management Development (IMD) pada 2023.
Indonesia menduduki peringkat 34 dari 64 negara yang tercatat, atau naik dari posisi 44 pada 2022. Namun Presiden Jokowi menekankan agar peningkatan peringkat daya saing itu terus dikejar melalui kerja keras.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 3Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 4Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 5Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 6Prediksi Skor Sabah FK vs Slavia Praha 13 Oktober 2026: Siapa yang Diunggulkan?
- 7Zelensky: Jika Trump dan Putin Menginginkan Pemilu di Ukraina, Syaratnya Gencatan Senjata 60 Hari
- 8Harimau Siberia Tewaskan Pengunjung di Inggris, Berakhir Disuntik Mati?
- 9Kata Gibran Terkait Survei Celios: Kritik Harus Dijawab dengan Kerja Lebih Baik
- 10KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid Pekan Ini








