Akurat

Menko Airlangga Bertemu Dubes Australia Bahas Persiapan IPEF

Silvia Nur Fajri | 16 Mei 2024, 15:27 WIB
Menko Airlangga Bertemu Dubes Australia Bahas Persiapan IPEF

AKURAT.CO Menteri Koordinator bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menegaskan komitmen Indonesia dan Australia untuk terus memperkuat hubungan bilateral dan kerja sama ekonomi di kawasan.

Dalam sambutannya pada sebuah acara penting, Airlangga menyampaikan bahwa kedua negara memiliki sejarah panjang dalam kerja sama untuk mencapai tujuan bersama. Hal disampaikannya dalam acara "75th Anniversary of Australia-Indonesia Diplomatic Relations Gala Dinner" di Raffles Hotel Jakarta, pada Kamis (16/5/2024).

Turut hadir dalam kesempatan tersebut antara lain Governor-General of the Commonwealth of Australia David Hurley, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Duta Besar Australia untuk Indonesia Penny Williams, Duta Besar Indonesia untuk Australia Siswo Pramono, para Wakil Menteri terkait, serta perwakilan dari DPR RI, Kementerian/Lembaga, dan pengusaha.

Baca Juga: Menko Airlangga Sebut 7 Bulan Lagi RI Resmi Jadi Anggota OECD

Dalam kesempatan tersebut, Menko Airlangga mengungkapkan apresiasinya kepada Pemerintah Australia atas dukungannya terhadap proses aksesi Indonesia ke OECD. Ia juga menyampaikan bahwa Indonesia akan menandatangani Indo-Pacific Economic Framework (IPEF) bulan depan.

"Dengan banyaknya perjanjian multilateral yang telah ditandatangani oleh Indonesia, tentu memiliki prospek yang baik. Sebagai peringatan tonggak sejarah 75 tahun ini, saya sangat berharap hubungan yang lebih kuat antara Australia dan Indonesia akan memainkan peran penting, tidak hanya di kawasan ini, tetapi juga di tingkat global," ujar Menko Airlangga dikutip Kamis (16/5/2024).

Indonesia memiliki sejarah kerja sama yang panjang untuk mencapai tujuan bersama. Sebagai tetangga dekat yang memiliki komitmen untuk memajukan stabilitas regional, Indonesia dan Australia telah mendorong pertumbuhan dan ketahanan ekonomi, serta meningkatkan perdagangan dan investasi.

Pemerintah menurut Airlangga berkomitmen untuk bekerja sama dalam isu-isu regional dan global, termasuk isu perubahan iklim, transisi energi, dan penguatan tatanan berbasis aturan pada kerangka global.

Salah satu tonggak penting dalam memodernisasi hubungan bilateral adalah penandatanganan Indonesia-Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement (IA-CEPA) pada tahun 2020. Perjanjian ini telah membuka jalan baru untuk perdagangan dan investasi, dengan volume perdagangan yang meningkat sebesar 90% sejak saat itu, menunjukkan dampak positif perjanjian ini terhadap perekonomian Indonesia.

Australia terus menjadi mitra penting bagi Indonesia. Pada tahun 2023, Foreign Direct Investment Australia tumbuh sebesar 4,0%, atau setara dengan USD545,2 juta, dengan jumlah investasi proyek meningkat lebih dari 200%.

"Untuk lebih memperdalam hubungan ekonomi, Indonesia mengimplementasikan program-program utama seperti Prospera, Katalis, dan Climate Infrastructure Partnership yang baru. Inisiatif-inisiatif tersebut menghubungkan bisnis kami, mendorong inovasi, dan mendukung keberlanjutan," tutur Menko Airlangga.

Indonesia telah menetapkan tujuan transformasi ekonomi nasional pada tahun 2045, dengan proyeksi populasi sekitar 320 juta orang dan pendapatan per kapita mencapai sekitar USD30.000, sehingga ekonomi Indonesia pada saat itu diperkirakan akan mencapai sekitar USD9 triliun.

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.