Akurat

Neraca Perdagangan April 2024 RI Surplus USD3,56 M

M. Rahman | 15 Mei 2024, 22:34 WIB
Neraca Perdagangan April 2024 RI Surplus USD3,56 M

AKURAT.CO Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan neraca perdagangan Indonesia April 2024 surplus USD3,56 miliar terutama berasal dari sektor nonmigas USD5,17 miliar, namun tereduksi oleh defisit sektor migas senilai USD1,61 miliar.

Menurut Berita Resmi Statistik BPS, ekspor April 2024 mencapai USD19,62 miliar atau turun 12,97% dibanding ekspor Maret 2024 meski secara tahunan naik sebesar 1,72%. Sementara impor April 2024 mencapai USD16,06 miliar, turun 10,60% dibandingkan Maret 2024 meski secara tahunan naik 4,62%.

Dari sisi ekspor, ekspor nonmigas April 2024 mencapai USD18,27 miliar, turun 14,06% dibanding Maret 2024, meski secara tahunan naik 1,33%.

Baca Juga: Capai USD4,47 M, Neraca Perdagangan Maret 2024 RI Surplus 47 Bulan Beruntun

Secara kumulatif, nilai ekspor Indonesia Januari–April 2024 mencapai USD81,92 miliar atau turun 5,12% dibanding periode yang sama tahun 2023. Sementara ekspor nonmigas mencapai USD76,67 miliar atau turun 5,43%.

Berdasarkan 10 komoditas dengan nilai ekspor nonmigas terbesar April 2024, komoditas dengan penurunan terbesar dibanding Maret 2024 adalah logam mulia dan perhiasan/permata sebesar USD478,9 juta (34,88%), sedangkan peningkatan terbesar terjadi pada nikel dan barang daripadanya sebesar USD210,6 juta (45,85%).

Menurut sektor, ekspor nonmigas hasil industri pengolahan Januari–April 2024 turun 1,97% dibanding periode yang sama tahun 2023, demikian juga ekspor hasil pertambangan dan lainnya turun 17,22%, sedangkan ekspor hasil pertanian, kehutanan, dan perikanan naik 6,90%.

Berdasarkan tujuan, ekspor nonmigas April 2024 terbesar adalah ke China yaitu USD4,28 miliar, disusul India USD1,81 miliar, dan Amerika Serikat USD1,75 miliar, dengan kontribusi ketiganya mencapai 42,98%. Sementara ekspor ke ASEAN dan Uni Eropa (27 negara) masing-masing sebesar USD3,35 miliar dan USD1,24 miliar.

Menurut provinsi asal barang, ekspor Indonesia terbesar pada Januari–April 2024 berasal dari Provinsi Jawa Barat dengan nilai USD11,64 miliar (14,21%), diikuti Kalimantan Timur USD8,38 miliar (10,23%) dan Jawa Timur USD8,22 miliar (10,04%).

Dari sisi impor, impor migas April 2024 senilai USD2,96 miliar, turun 11,01% dibandingkan Maret 2024 meski secara tahunan naik 0,18%.

Impor nonmigas April 2024 senilai USD13,10 miliar, turun 10,51% dibandingkan Maret 2024 atau naik 5,68% dibandingkan April 2023.

Berdasarkan 10 golongan barang utama nonmigas April 2024, mesin/perlengkapan elektrik dan bagiannya mengalami penurunan terbesar senilai USD388,9 juta (17,07%) dibandingkan Maret 2024. Sementara peningkatan terbesar adalah gula dan kembang gula USD139,2 juta (48,64%).

Menurut asal, 3 negara pemasok barang impor nonmigas terbesar selama Januari–April 2024 adalah China USD20,77 miliar (35,22%), Jepang USD4,26 miliar (7,23%) dan Thailand USD3,27 miliar (5,55%). Impor nonmigas dari ASEAN USD10,46 miliar (17,74%) dan Uni Eropa USD3,64 miliar (6,16%).

Menurut golongan penggunaan barang, nilai impor Januari–April 2024 terhadap periode yang sama tahun sebelumnya terjadi penurunan pada golongan bahan baku/penolong USD439,0 juta (0,84%). Sementara golongan barang konsumsi dan barang modal naik USD768,4 juta (12,55%) dan USD325,2 juta (2,76%).

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
Reporter
M. Rahman
Yosi Winosa