Akurat

Surplus 64 Bulan Beruntun, Neraca Perdagangan RI Agustus 2025 Surplus USD5,49 Miliar

Yosi Winosa | 1 Oktober 2025, 17:38 WIB
Surplus 64 Bulan Beruntun, Neraca Perdagangan RI Agustus 2025 Surplus USD5,49 Miliar

AKURAT.CO Indonesia kembali mencatatkan surplus perdagangan pada Agustus 2025 sebesar USD5,49 miliar, atau surplus ke-64 secara beruntun.

Surplus tersebut didapat dari ekspor sebesar USD24,96 miliar dan impor sebesar USD19,47 miliar pada Agustus 2025.

"Neraca perdagangan Indonesia telah mencatatkan surplus selama 64 bulan berturut-turut sejak Mei 2020," ujar Deputi Bidang Statistik Produksi BPS, M. Habibullah dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (1/10/2025).

Baca Juga: Beruntun 58 Bulan, Neraca Perdagangan Februari 2025 Surplus USD3,12 Miliar

Secara kumulatif Januari–Agustus 2025, neraca perdagangan RI surplus USD29,14 miliar yang berasal dari surplus sektor nonmigas USD41,21 miliar, sementara sektor migas defisit senilai USD12,07 miliar.

Nilai ekspor Indonesia Januari–Agustus 2025 mencapai USD185,13 miliar atau naik 7,72% dibanding periode yang sama tahun 2024. Sejalan dengan total ekspor, nilai ekspor nonmigas yang mencapai USD176,09 miliar juga naik 9,15%.

Nilai impor Indonesia Januari–Agustus 2025 mencapai USD155,99 miliar atau naik 2,05% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Sejalan dengan total impor, nilai impor nonmigas juga naik 4,85% menjadi USD134,88 miliar.

Dari tujuan dan asal barang, ekspor nonmigas Januari–Agustus 2025 terbesar adalah ke China yaitu USD40,44 miliar, disusul AS USD20,60 miliar, dan India USD12,59 miliar, dengan kontribusi ketiganya mencapai 41,82%. Sementara ekspor ke ASEAN dan Uni Eropa (27 negara) masing-masing sebesar USD34,19 miliar dan USD12,76 miliar.

3 negara pemasok barang impor nonmigas terbesar selama Januari–Agustus 2025 adalah China USD54,76 miliar (40,60%), Jepang USD9,91 miliar (7,35%), dan AS USD6,51 miliar (4,83%). Impor nonmigas dari ASEAN USD21,43 miliar (15,89%) dan Uni Eropa USD7,81 miliar (5,79%).

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
Reporter
M. Rahman
Yosi Winosa