Akurat

Ekspansif, PMI Manufaktur RI Tembus 52,9 di April 2024

Demi Ermansyah | 13 Mei 2024, 15:44 WIB
Ekspansif, PMI Manufaktur RI Tembus 52,9 di April 2024

AKURAT.CO Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto memaparkan bahwa sektor manufaktur Indonesia sampai saat ini masih cenderung berada di level ekspansif di tengah melambatnya aktivitas manufaktur global.

Di mana, menurut Airlangga PMI manufaktur Indonesia masih berada di atas 52,9 pada April 2024.

"Hal ini kan artinya, saat ini kita masih lebih baik daripada negara lain, seperti China (51,4) maupun Malaysia (49,0)," ujar Airlangga melalui lansiran Antara, Senin (13/5/2024).

Seiring dengan itu, lanjutnya, pertumbuhan ekonomi Indonesia juga masih berada di level 5,11% year on year (yoy) pada kuartal I-2024, atau lebih tinggi dibandingkan kuartal sebelumnya yang berada di level 5,03% (yoy).

"Sebesar 5,11 persen (yoy) relatif tertinggi, karena pertama kita ada Lebaran, kedua kita ada Pemilu (Pemilihan Umum). Jadi, biar bagaimanapun Pemilu meningkatkan konsumsi domestik," ujar Airlangga.

Baca Juga: Kado Lebaran 2024, PMI Manufaktur RI Ekspansif 31 Bulan Berturut-turut

Kemudian, lanjutnya, dari sisi ketenagakerjaan, jumlah penduduk bekerja bertambah sebanyak 3,5 juta orang menjadi 142,18 juta orang, sedangkan jumlah pengangguran berkurang hampir 800 ribu orang dibandingkan akhir tahun 2023 menjadi 7,2 juta orang.

"Pekerja formal (presentase) berada di angka 40,8 persen, atau lebih tinggi daripada Februari 2023," ujar Airlangga.

Dalam kesempatan ini, Menko Airlangga mengatakan, situasi geopolitik di tingkat global masih menunjukkan tren yang belum membaik sampai saat ini.

"Geopolitik perang Ukraina belum selesai, sementara kita lihat di Timur Tengah Hamas- Israel, ditambah lagi pertempuran Iran dan Israel," ujar Airlangga.

Selain itu, menurutnya, kondisi pertumbuhan ekonomi di Eropa juga cenderung masih rendah di tengah transisi periode pasca pandemi Covid-19.

"Prancis sebentar lagi Pemilu. Jerman juga ekonominya tidak baik-baik saja, ini yang harus kita waspadai," ujar Airlangga.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.