Akurat

Ditekan Banyak Faktor, Cadangan Devisa Ditaksir Merosot ke USD140 Miliar di Akhir 2024

Silvia Nur Fajri | 9 Mei 2024, 15:46 WIB
Ditekan Banyak Faktor, Cadangan Devisa Ditaksir Merosot ke USD140 Miliar di Akhir 2024

AKURAT.CO Ekonom menaksir cadangan devisa Indonesia akan tergerus ke kisaran USD140-142 miliar di akhir 2024, dibanding posisi akhir 2023 sebesar USD146,4 miliar.

Menurut Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede, stabilitas rupiah terhadap dolar AS, surplus neraca perdagangan dan pembayaran utang luar negeri serta pembayaran kupon dan dividen ke non residen bakal mempengaruhi gerak cadangan devisa.

Adapun posisi cadangan devisa Indonesia pada April berada di USD136,2 miliar, mengalami penurunan dari bulan sebelumnya yang mencapai USD140,4 miliar. 

"Penurunan yang cukup signifikan ini (cadangan devisa April) dipengaruhi oleh berbagai faktor, terutama pembayaran utang luar negeri oleh pemerintah dan langkah-langkah stabilisasi yang diupayakan oleh BI untuk menstabilkan rupiah di tengah meningkatnya ketidakpastian pasar keuangan global," kata Josua kepsa Akurat.co, Kamis (9/5/3024).

Ditambahkan, pada bulan April, sejumlah indikator ekonomi AS menunjukkan tren yang solid, dengan inflasi yang meningkat dan tingkat pengangguran yang menurun. Hal ini menimbulkan kekhawatiran bahwa Federal Reserve akan mempertahankan suku bunga acuan untuk waktu yang lama, memicu sentimen 'higher-for-longer'. 

Baca Juga: Cadangan Devisa April 2024 Turun Jadi USD136,2 M

Sementara itu, ketegangan geopolitik di Timur Tengah semakin memicu sentiment risk-off di pasar keuangan global, menyebabkan arus modal keluar dari pasar negara berkembang seperti Indonesia.

"Sejalan dengan risiko 'higher-for-longer', kami memperkirakan cadangan devisa akan terus menurun pada tahun 2024," jelasnya.

Lebih lanjut, ia memperkirakan bahwa di paruh pertama 2024 cadangan devisa masih akan tergerus karena sejumlah faktor seperti penurunan surplus perdagangan dan faktor musiman seperti pembayaran kupon dan dividen kepada non-residen.

Namun, ia juga menyampaikan optimisme terkait potensi penurunan suku bunga The Fed pada paruh kedua tahun 2024, yang dapat meningkatkan sentimen risk-on dan arus modal masuk ke Indonesia. Dengan demikian, dia mengantisipasi sedikit peningkatan cadangan devisa menjelang akhir tahun 2024.

"Cadangan devisa Indonesia akan turun menjadi sekitar USD140-142 miliar pada akhir 2024, dari USD146,4 miliar pada 2023," ujarnya.

Josua juga mengantisipasi nilai tukar rupiah akan berkisar antara Rp15.800-16.200 per dolar AS pada akhir tahun 2024, terdepresiasi dari Rp15.397 per dolar AS pada akhir tahun 2023.

Sebelumnya, Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menegaskan bahwa ke depan cadangan devisa diharapkan akan meningkat.

"Cadangan devisa kami itu jauh lebih tinggi dari ukuran IMF. Sehingga kenapa penurunan cadangan devisa nggak usah gundah gulana nggak usah insecure, ya memang wajarnya gitu," ungkap Perry dalam konferensi pers, di Bank Indonesia, Jakarta, Rabu (8/5/2024)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.