Plt Kepala BPS Sebut Meski Turun, Surplus Neraca Perdagangan RI Kuartal I-2024 Cerminan Ketahanan Ekonomi

AKURAT.CO Plt Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Amalia Adininggar Widyasanti menilai surplus neraca perdagangan Indonesia selama 47 bulan berturut-turut di kuartal I-2024 menunjukkan ketahanan ekonomi.
"Meskipun terjadi penurunan, keberhasilan menjaga surplus neraca perdagangan selama 47 bulan berturut-turut menunjukkan ketahanan ekonomi Indonesia di tengah tantangan global," kata Amalia di Jakarta, Senin (6/5/2024).
Menurutnya wajar jika surplus neraca perdagangan sedang dalam tren penurunan. Di sisi global, pertumbuhan perdagangan barang dan jasa mengalami kontraksi pada tahun 2023 tetapi diperkirakan akan meningkat pada kuartal I-2024.
Baca Juga: Di Tengah Tren Penguatan Dolar AS, BKF Sebut Kinerja Neraca Perdagangan Terjaga Baik
Namun, harga komoditas unggulan ekspor Indonesia terus mengalami penurunan, termasuk komoditas dan batubara.
Dari sisi domestik, kinerja perekonomian Indonesia pada triwulan pertama tahun 2024 didukung oleh aktivitas ekonomi yang tetap kuat.
Indeks Manufacturing (PMI) Bank Indonesia menunjukkan zona ekspansi dengan angka mencapai 52,80%, lebih tinggi dari periode yang sama tahun sebelumnya.
Produksi semen juga tumbuh sebesar 7,86% secara year-on-year, menandakan pertumbuhan yang solid dalam sektor manufaktur.
Selain itu, ia menjelaskan, penjualan listrik meningkat sebesar 7,89%, terutama didorong oleh konsumsi listrik rumah tangga dan bisnis yang meningkat secara signifikan.
Pertumbuhan investasi dalam negeri asing mencapai 22,07%, sementara belanja barang modal dan impor barang-barang modal juga menunjukkan pertumbuhan yang positif.
"Realisasi investasi dalam negeri asing juga tumbuh 22,07%, dan di saat yang sama belanja barang modal yang dilakukan oleh pemerintah dan impor barang-barang modal juga tumbuh positif," sambungnya.
Tidak hanya itu, Amalia mengungkapkan, bahwa daya beli masyarakat juga terjaga dengan baik, ditandai dengan pertumbuhan indeks penjualan ritel sebesar 3,63% year-on-year dan impor barang konsumsi yang meningkat sebesar 16,1% year-on-year.
"Hasil dari respon kebijakan, termasuk kebijakan terkait pengendalian harga barang dan jasa, berkontribusi dalam menjaga inflasi domestik agar tetap terkendali sepanjang triwulan pertama tahun 2024," jelasnya.
Sebelumnya, Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan alias Zulhas dengan bangga menyampaikan bahwa neraca perdagangan Indonesia selama 47 bulan berturut-turut mengalami surplus.
Ia pun menyebut hal itu sebagai rekor dari capaian yang diperoleh Kementerian Perdagangan (Kemendag) Indonesia.
"Keberhasilan-keberhasilan yang dicapai Kemendag. Ekspor kita 47 bulan surplus terus, rekor!" kata Zulhas saat ditemui wartawan di Auditorium Kemendag Jakarta, Kamis (25/4/2024).
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










