Akurat

Viral Paket Megataron Robotik Impor Rusak, Begini Penjelasan Dirjen Bea Cukai

Yosi Winosa | 30 April 2024, 11:42 WIB
Viral Paket Megataron Robotik Impor Rusak, Begini Penjelasan Dirjen Bea Cukai

AKURAT.CO Seorang Youtuber bernama Medy Renaldy mengeluhkan paket kiriman robotic Megatron dari luar negeri yang sempat tertahan Bea Cukai dan mengalami kerusakan pada kemasannya.

Menanggapi ini, Direktur Jenderal Bea dan Cukai (DJBC), Askolani, telah memberikan penjelasan mengenai keluhan tersebut.

Menurut Askolani, petugas Bea Cukai tidak memiliki kewenangan untuk membuka atau menutup paket barang kiriman dari luar negeri yang dikirimkan oleh Perusahaan Jasa Titip (PJT).

Baca Juga: Viral Alat Bantu SLB Ditahan Bea Cukai, Kepala Sekolah Akui Kurang Paham Prosedur Pajak Impor Barang Hibah

"Itu adalah tanggung jawab PJT, mereka menugaskan petugasnya untuk membuka barang-barang itu langsung, bukan dibuka oleh Bea Cukai," jelasnya dalam konferensi pers di Kantor DHL Express, Tanggerang, Senin (29/4/2024).

Meskipun demikian, konsumen masih mempertanyakan alasan kerusakan pada kemasan. Askolani menegaskan bahwa konsumen seharusnya menanyakan hal tersebut kepada pihak DHL.

"Tetapi kemudian yang kami tangkap, konsumen robotik masih mempertanyakan kenapa kotaknya rusak. Kalau itu teman-teman tanya ke DHL," tambahnya.

Sebelumnya, Medy Renaldy akhirnya menerima produk mainan yang sempat tertahan di Bea Cukai Soekarno-Hatta. Namun, ia menyatakan kekecewaannya karena kemasan barang tersebut diterima dalam keadaan rusak.

"Terima kasih yang sudah meramaikan kemarin. Sedikit banyaknya, itu sangat membantu saya mendapatkan paket Megatron saya. Tapi, isinya bikin saya lumayan sedih, kok bisa sampai penyok dan sobek seperti ini?" cuit Medy di akun Xnya, Minggu (28/4/2024).

Selain kemasan luar, kemasan dalam yang berisi charger juga ditemukan dalam keadaan sobek.

"Ini kan ada cara bukanya dong kalau emang mau dicek gitu lho, kok bisa sampai sobek gini sih? Enggak mungkin, aduh, ahelaaah, buat review lho ini," kesalnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.