Akurat

Hadiri WEF Special Meeting, Menko Airlangga Dorong Penguatan Tenaga Kerja

Silvia Nur Fajri | 29 April 2024, 12:35 WIB
Hadiri WEF Special Meeting, Menko Airlangga Dorong Penguatan Tenaga Kerja

AKURAT.CO Sebagai respons terhadap tantangan global yang ada seperti ketimpangan, ancaman perubahan iklim, eskalasi ketegangan geopolitik, dan kebijakan publik yang kurang efektif, Forum Ekonomi Dunia (WEF) menggelar Pertemuan Khusus tentang Pasar Tenaga Kerja untuk Generasi Mendatang di Pusat Konferensi Raja Abdul Aziz di Riyadh pada hari Minggu (28/4/2024)

Sesi tersebut, bertujuan untuk mengatasi masalah urgensi seputar pengangguran pemuda dan pengembangan keterampilan, dihadiri oleh tokoh-tokoh terkemuka termasuk Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Indonesia, Airlangga Hartarto, bersama panelis terkemuka seperti Menteri Industri, Perdagangan, dan Investasi Nigeria, Doris Anite, Jay Collins, Wakil Ketua Global Public Sector di Citi AS, Badr Jafar, CEO Crescent Enterprise UAE, dan Hussain Sajwani, Pendiri/Ketua DAMAC International UAE.

Topik utama yang dibahas selama panel termasuk dampak pertumbuhan ekonomi global terhadap pasar tenaga kerja, tren investasi, peran transformasional teknologi dalam membentuk lanskap pekerjaan, dan strategi pemerintah untuk mempersiapkan generasi muda menghadapi tantangan masa depan.

Baca Juga: Fundamental Ekonomi RI Kokoh, Menko Airlangga Tak Risau Dengan Dampak Konflik Iran-Israel

Isu-isu kontemporer seperti integrasi AI, model kerja hybrid, dan munculnya lapangan kerja hijau di tengah ancaman perubahan iklim juga dieksplorasi.

Menyoroti langkah proaktif Indonesia, Menteri Airlangga menekankan pendekatan komprehensif negara dalam berinvestasi dalam pendidikan dan pelatihan, terutama memfokuskan pada pendidikan usia dini, pelatihan vokasi, dan persiapan pencari kerja.

Dia menegaskan pentingnya UMKM dalam penciptaan lapangan kerja dan memberikan penghargaan atas implementasi efektif Undang-Undang Cipta Kerja yang berhasil mengurangi hambatan investasi dalam dan luar negeri, yang menyebabkan peningkatan signifikan sebesar 29,4% dalam investasi langsung asing dalam lima kuartal setelah diberlakukannya undang-undang tersebut.

"Indonesia menggunakan digitalisasi sebagai new engine of growth dan edukasi dalam mendukung digitalisasi seperti kerja sama dengan IBM dan Apple Academy," ungkap Menko Airlangga dalam keterangan tertulis, Senin (29/4/2024).

Menanggapi pertanyaan tentang strategi Indonesia untuk memberdayakan tenaga kerja muda, Menteri Airlangga menekankan peran penting digitalisasi, dengan mengutip inisiatif seperti kerjasama dengan IBM dan Akademi Apple.

Dia juga mengungkapkan program Merdeka Belajar, yang menawarkan kesempatan magang bagi siswa, dan memberikan insentif pajak untuk kegiatan riset dan pendidikan.

Namun, Airlangga mengakui tantangan besar yang dihadapi Indonesia di sektor tenaga kerja, dengan menyoroti perlunya menciptakan setidaknya 5 juta lapangan kerja setiap tahun untuk menampung pertumbuhan penduduk yang pesat.

Dialog tersebut ditutup dengan kesepakatan tentang kebutuhan mendesak akan upaya kolaboratif antara pemerintah, sektor swasta, dan organisasi internasional untuk membentuk kebijakan dan inisiatif inklusif yang mendorong pasar tenaga kerja yang berkelanjutan dan adil untuk generasi mendatang

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.