Akurat

BPS Catat Inflasi Maret 2024 Tembus 0,52 Persen, Dipicu Lonjakan Harga Pangan

Silvia Nur Fajri | 1 April 2024, 12:51 WIB
BPS Catat Inflasi Maret 2024 Tembus 0,52 Persen, Dipicu Lonjakan Harga Pangan

AKURAT.CO Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan bahwa inflasi pada bulan Maret 2024 mencapai 0,52%, sementara inflasi secara year on year (yoy) mencapai 3,05%.

Plt. Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti mencatat inflasi Ramadan 2024 lebih tinggi dibanding Ramadan 2023 yang sebesar 0,18%, namun lebih rendah dibanding Ramadan 2022 sebesar 0,93%.

Amalia mengatakan Indeks harga konsumen (IHK) melonjak dari 105,58 pada Februari menjadi 106,13. Hal ini menunjukkan tekanan inflasi yang terus berlangsung, mempengaruhi daya beli dan ekonomi negara. 

Baca Juga: Inflasi Argentina Melambat ke 13,2 Persen di Februari 2024

"Pada Maret 2024 terjadi inflasi sebesar 0,52% secara bulanan atau terjadi peningkatan indeks harga konsumen IHK dari 105,58 pada Februari 2024 menjadi 106,13 pada Maret 2024," kata Amalia kantor BPS Pusat pada Senin (1/4/2024)

Dia menambahkan bahwa inflasi bulan Maret, yang bertepatan dengan bulan Ramadan, menunjukkan peningkatan dibandingkan bulan sebelumnya dan tahun sebelumnya.

Kelompok pengeluaran yang paling berkontribusi terhadap inflasi bulanan adalah makanan, minuman, dan tembakau, dengan tingkat inflasi mencapai 1,42% dan memberikan andil inflasi sebesar 0,41%.

Telur ayam ras, daging ayam ras, beras, cabai rawit, dan bawang putih menjadi komoditas utama yang berkontribusi terhadap inflasi, dengan masing-masing andil inflasi sebesar 0,09%. 

"Yang dominan memberikan andil adalah telur ayam ras, daging ayam ras, beras, rawit, bawang putih dan bawang merah," imbuhnya.

Menurut Amalia, kelompok makanan penyumbang inflasi Ramadan lazimnya makanan, minuman dan tembakau serta transportasi seperti yang terjadi di 2022 dan 2023. Namun kali ini, 

kelompok pengeluaran yang memberikan andil terbesar selain makanan, minuman dan tembakau adalah peralatan pribadi andil 0,04%. Kelompok transportasi andil inflasinya lebih rendah 0,01% pada bulan Maret 2024 karena deflasi tarif angkutan udara 0,97% di Maret 2024. 20 provinsi mengalami deflasi tarif angkutan udara, 17 provinsi inflasi dan 1 provinsi tetap.

Sementara pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau juga terdapat komoditas yang memberikan andil deflasi, di antaranya adalah cabai merah dan tomat yang memberikan andil deflasi masing-masing sebesar minus 0,02%.

Selanjutnya, Amalia juga menyampaikan bahwa dari 38 provinsi di Indonesia, 34 mengalami inflasi sementara 4 mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Kota Sulawesi Utara sebesar 1,07%, sementara deflasi terdalam terjadi di Maluku sebesar 0,46%. 

"Inflasi tertinggi sebesar 1,07 persen terjadi di Provinsi Sulawesi Utara, deflasi terdalam terjadi di Maluku sebesar 0,46 persen," ujarnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.