Stafsus Menkeu Beberkan Penyusunan APBN di Masa Transisi Pemerintah

AKURAT.CO Staf Khusus Menkeu bidang Komunikasi Strategis, Yustinus Prastowo, mengungkapkan proses penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran pada masa transisi antara pemerintahan lama dan presiden baru.
Prastowo menyoroti kesamaan kondisi dengan tahun 2014, saat transisi dari pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ke Presiden Joko Widodo. Menurutnya, proses koordinasi dan komunikasi intensif diperlukan untuk memastikan keberlanjutan.
"Proses koordinasi dan komunikasi secara intens terjadi, justru demi memastikan keberlanjutan," ujar Prastowo melalui akun pribadinya, @prastow, pada Rabu (6/3/2024).
Baca Juga: Hadiri Simulasi Makan Siang Gratis, Menko Airlangga Sebut Anggaran Bukan Dari APBN
Sambil menunggu hasil Pemilu 2024 melalui penetapan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU), pemerintah tetap melanjutkan proses penyusunan Rancangan APBN 2025 sesuai ketentuan.
Prastowo menjelaskan bahwa Presiden Joko Widodo memimpin pembahasan asumsi, proyeksi, dan indikator, serta mempertimbangkan program dari presiden terpilih dengan tetap memperhatikan kondisi APBN dan menjaga kesinambungan fiskal yang sehat.
"Pemerintah melakukan proses penyusunan RAPBN 2025 sesuai ketentuan," imbuh Prastowo.
Menurutnya, penyusunan APBN merupakan ritual tahunan yang diatur oleh Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara dan Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2017.
Prastowo juga membagikan proses standar penyusunan APBN yang dimulai dari proses internal pemerintah, meliputi langkah-langkah seperti penetapan tema, sasaran, arah kebijakan, dan prioritas pembangunan nasional, hingga penetapan APBN TA 2025 setelah pembahasan dengan DPR.
Sementara itu, berdasarkan Sistem Rekapitulasi (Sirekap) KPU per 5 Maret 2024 pukul 12.00, pasangan calon nomor urut 2, Prabowo-Gibran Rakabuming, sementara unggul dengan perolehan suara sebanyak 75.363.103 atau 58,82 persen.
Paslon nomor urut 1, Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar, berada di posisi kedua dengan 31.376.801 suara alias 24,49 persen, sedangkan pasangan nomor 3, Ganjar Pranowo-Mahfud MD, hanya meraih 16,68 persen atau 21.374.884 suara.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










