Ajak Pengusaha Berinvestasi, Gubernur BI: Peluang Untung Lebih Tinggi Dibanding Hanya Menunggu

AKURAT.CO Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo mengatakaan saat ini merupakan waktu yang tepat untuk mulai berinvestasi daripada hanya menunggu. Menurutnya, kesempatan untuk meraih keuntungan lebih tinggi daripada menunggu kondisi tertentu.
Kemudian, Perry juga menekankan pentingnya diversifikasi investasi baik dalam sektor konstruksi maupun non-konstruksi. Menurutnya, investor tidak perlu menunggu lebih lama lagi untuk memulai investasi karena peluang keuntungan saat ini lebih tinggi daripada sekadar menunggu.
"Maka peluang untuk mendapatkan keuntungan akan menjadi lebih tinggi dibandingkan hanya sekadar menunggu dan menunggu saja," ujar Perry dalam acara Mandiri Investment Forum 2024, di Jakarta, dikutip Rabu (6/3/2024).
Baca Juga: Mandiri Investment Forum 2024 Ajak Investor Manfaatkan Peluang Investasi di RI
Selain itu, Perry juga optimis terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia, dengan proyeksi pertumbuhan antara 4,7%-5,5% pada tahun 2024, didukung oleh ekspor, konsumsi domestik, dan investasi.
Dalam pandangannya, siklus ekonomi masih akan terus meningkat, dengan proyeksi pertumbuhan ekonomi bisa mencapai puncaknya sekitar tahun 2027.
"Namun, lebih dari itu kita juga mendapatkan investasi tidak hanya untuk konstruksi, tapi juga non-konstruksi. Dari sudut pandang pengusaha, ini waktunya bagi kita untuk memulai jangan menunggu," tuturnya.
Selanjutnya, ia juga menyebutkan bahwa jika pemilihan presiden 2024 hanya berlangsung satu putaran, pertumbuhan ekonomi Indonesia dapat melampaui 5,1%. "Dengan 1 putaran Pemilu kita mengharapkan pertumbuhan ekonomi tahun ini akan mencapai lebih dari 5,1%," ucap Perry.
Selain itu, Bank Indonesia memperkirakan inflasi Indonesia akan mencapai target sekitar 2,51% dalam 2 tahun ke depan, dengan prediksi inflasi sekitar 2,8% pada tahun ini dan turun menjadi 2,6% pada tahun depan, diiringi dengan stabilitas nilai tukar dan kerja sama erat antara pemerintah dan BI dalam mengendalikan inflasi, khususnya inflasi pangan.
"Dengan nilai tukar yang stabil dan tentu saja dengan kerja sama yang erat dengan pemerintah dan BI untuk melakukan koordinasi pengendalian inflasi itu gerakan untuk mengatasi inflasi pangan," kata Perry.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Moto3 Malaysia: Angkat Topi, Hiroshi Aoyama Terpukau dengan Penampilan Veda Ega Pratama di Sepang
- 2Prediksi Skor Shakhtar vs Sporting CP 4 November 2026: Sama-Sama Incar Kebangkitan
- 3Putusan MA Soal Suket Gibran, Margarito Kamis Ungkap Dampaknya terhadap Jabatan Wapres
- 4Transfer Bank Kena Pajak Digital Mulai 9 November 2026? Ini Faktanya
- 5Prediksi Skor LASK Linz vs Slovan Bratislava 4 November 2026: Tuan Rumah Diunggulkan
- 6Prediksi Pertandingan Galatasaray vs Stuttgart 4 November 2026: Skor, Starting XI, dan Jadwal
- 7Prediksi Skor Atletico Madrid vs Bayern Munchen 4 November 2026: Los Rojiblancos Diunggulkan
- 8Kisi-Kisi dan Contoh Soal Matematika Wajib TKA SMA 2026 Lengkap dengan Kunci Jawaban
- 9Istana: Penyadapan yang Dilakukan Listyo Sigit Mengarah Perbuatan Makar
- 10Prabowo Tunjuk Letjen Ariyo Windutomo Jadi Pelaksana Tugas Kepala Staf Kepresidenan Menggantikan Listyo Sigit







