Akurat Logo

Kejar Target Laba 2026, PTPN IV PalmCo Genjot Ekspor CPO dan Tekan Biaya Produksi

Esha Tri Wahyuni | 5 November 2026, 19:02 WIB
Kejar Target Laba 2026, PTPN IV PalmCo Genjot Ekspor CPO dan Tekan Biaya Produksi
Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K. Santosa

AKURAT.CO PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN IV PalmCo) memperkuat strategi bisnis untuk mengejar target kinerja hingga akhir 2026. Perusahaan perkebunan sawit tersebut memprioritaskan peningkatan ekspor langsung atau direct export crude palm oil (CPO), efisiensi biaya produksi, hingga optimalisasi pemanfaatan aset.

Strategi tersebut dibahas dalam Rapat Pimpinan (Rapim) Kuartal IV 2026 yang melibatkan Dewan Komisaris, Direksi, kepala divisi, hingga jajaran manajemen regional. Pertemuan itu menjadi bagian dari evaluasi sekaligus konsolidasi perusahaan dalam mengoptimalkan kinerja menjelang penutupan tahun buku.

Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K. Santosa mengatakan, perusahaan berupaya memperluas pasar melalui peningkatan ekspor langsung. Namun, upaya tersebut perlu ditopang kepastian pasokan, konsistensi produksi, serta pengendalian kualitas produk.

Baca Juga: Laba Bersih PTPN IV PalmCo Naik 88,5 Persen ke Rp7,08 Triliun di 2025

"Tahun ini kita melakukan inisiatif untuk memperluas pasar melalui direct export. Namun, kuncinya tetap berada pada pengawalan produksi di lapangan, memastikan kepastian pasokan, serta menjaga mutu yang ketat mulai dari proses di pabrik hingga manajemen logistik," ujar Jatmiko dalam keterangan tertulis, Kamis (5/11/2026).

Selain memperluas pasar, PalmCo juga berupaya menjaga profitabilitas melalui pengendalian biaya operasional. Perusahaan menjalankan inisiatif Go Lean dan Go Secure untuk menekan cash cost atau biaya tunai produksi.

Jatmiko menegaskan, pengendalian biaya menjadi salah satu perhatian perusahaan agar peningkatan aktivitas bisnis tidak menggerus margin keuntungan. "Di sisi lain, kita terus menekan cash cost melalui inisiatif Go Lean dan Go Secure agar margin perusahaan tetap terjaga secara fundamental," katanya.

Di luar kegiatan produksi dan pemasaran CPO, perusahaan juga mengoptimalkan aset serta mengembangkan bisnis hijau atau green business. Salah satu upayanya dilakukan melalui pemanfaatan produk sampingan dan limbah pengolahan kelapa sawit.

PalmCo mengoptimalkan fasilitas methane capture untuk pemanfaatan gas metana dari limbah cair kelapa sawit. Perusahaan juga mendorong peningkatan nilai ekonomi melalui penjualan cangkang sawit.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan memaksimalkan potensi ekonomi dari kegiatan operasional perkebunan dan pengolahan sawit. Di sisi lain, perusahaan juga memastikan penguasaan aset secara fisik dan penyelesaian legalitas untuk mengurangi risiko operasional.

Dorong Digitalisasi Perkebunan

Strategi peningkatan kinerja PalmCo juga diarahkan pada transformasi pengelolaan perkebunan melalui penerapan Smart Plantation. Pendekatan ini mengintegrasikan mekanisasi kegiatan perkebunan dengan digitalisasi sistem manajemen perusahaan.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.