Akurat Logo

Investor Pasar Modal Bertambah 1,38 Juta pada Oktober 2026 di Tengah Pelemahan IHSG 16,7 Persen

Esha Tri Wahyuni | 5 November 2026, 18:58 WIB
Investor Pasar Modal Bertambah 1,38 Juta pada Oktober 2026 di Tengah Pelemahan IHSG 16,7 Persen
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi

AKURAT.CO Jumlah investor pasar modal Indonesia justru bertambah di tengah tekanan hebat yang melanda pasar saham.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat jumlah investor mencapai 33,55 juta pada Oktober 2026, atau meningkat 1,38 juta dibandingkan bulan sebelumnya, meskipun Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkoreksi 16,7%.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi mengatakan, pertumbuhan jumlah investor tersebut menunjukkan minat masyarakat terhadap pasar modal masih berlanjut.

Baca Juga: Mirae: IHSG Terancam Anjlok 20 Persen hingga Juni 2027, Ini Alasannya

Kondisi ini didukung oleh berbagai inisiatif pendalaman pasar serta penguatan ekosistem digital di industri pasar modal.

"Dari sisi permintaan, jumlah investor di pasar modal melanjutkan tren peningkatan sejalan dengan inisiatif pendalaman pasar dan juga penguatan ekosistem digital di industri pasar modal," kata Hasan dalam konferensi pers hasil Rapat Dewan Komisioner Bulanan (RDKB) Oktober 2026 secara daring di Jakarta, Kamis (5/11/2026).

Secara tahunan berjalan atau year-to-date (YTD), jumlah investor pasar modal tumbuh 64,75%. Angka tersebut meningkat dibandingkan September 2026 ketika jumlah investor tercatat sebanyak 32,17 juta setelah bertambah sekitar 1,03 juta investor dalam sebulan.

Dengan demikian, penambahan investor pada Oktober lebih tinggi sekitar 350 ribu dibandingkan bulan sebelumnya. Pertumbuhan ini menjadi salah satu perkembangan yang menarik di tengah koreksi pasar saham domestik.

Bukan hanya dari sisi jumlah, persebaran investor pasar modal juga mulai menunjukkan perubahan. Data Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) per 23 Oktober 2026 memperlihatkan porsi investor yang berasal dari Pulau Jawa turun menjadi 62,16% dari sebelumnya 64,43% pada September.

Sebaliknya, kontribusi investor dari sejumlah wilayah di luar Jawa meningkat. Porsi investor dari Sumatera naik menjadi 20,94% dari 19,61%. Sementara itu, Kalimantan meningkat menjadi 5,95% dari sebelumnya 5,57%.

Perkembangan tersebut memperlihatkan basis investor pasar modal semakin tersebar ke berbagai daerah. Meski demikian, Pulau Jawa masih menjadi wilayah dengan kontribusi investor terbesar secara nasional.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.