Akurat

Harga Beras Naik 5,32 Persen di Februari 2024, BPS: Terjadi di Semua Rantai Distribusi

Silvia Nur Fajri | 1 Maret 2024, 11:15 WIB
Harga Beras Naik 5,32 Persen di Februari 2024, BPS: Terjadi di Semua Rantai Distribusi

AKURAT.CO Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan inflasi terbesar pada Februari 2024 adalah beras mencapai 5,32%, dengan kontribusi inflasi sebesar 0,21%.

Deputi Bidang Statistik Produksi BPS M. Habibullah mengatakan, beras menjadi penyumbang inflasi terbesar dalam berbagai rentang waktu, termasuk bulan ini, tahun ini, dan tahun lalu.

Kemudian, kenaikan harga beras terjadi di 37 provinsi di Indonesia, sementara hanya satu provinsi yang mengalami penurunan. Kenaikan harga ini terjadi di semua tahapan distribusi. 
 
 
"Komoditas beras memberikan andil inflasi terbesar baik secara month to month, year to date, dan year to year," Kata Habibullah di BPS Pusat, Jakarta, Jumat (1/3/2024).
 
Ditambahkan, harga gabah kering panen naik 4,86% bulan ini dibandingkan bulan sebelumnya, dengan kenaikan 27,14% dibandingkan tahun sebelumnya.
 
"Harga beras di tingkat penggilingan naik 6,76 persen dibandingkan bulan lalu dan naik 24,65 persen bila dibandingkan tahun lalu," imbuhnya.
 
Selain itu, harga beras eceran naik 5,28% bulan ini dan 19,28% dibandingkan tahun lalu. Harga-harga yang disebutkan ini adalah rata-rata dari berbagai kualitas beras di seluruh wilayah Indonesia.
 
Saat ini, harga gabah kering panen berada di Rp7.216/kg, harga penggilingan Rp8.591/kg, harga eceran Rp 15.157/kg, dan harga grosir Rp14.398/kg.
 
"Harga beras eceran Februari 2024 naik 5,28 persen secara bulanan dan 19,28 persen secara tahunan. Harga yang disajikan merupakan rata-rata beras mencakup kualitas beras dan juga di seluruh wilayah Indonesia," tegas Habibullah.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.