Menko Airlangga Diisukan Tergeser Erick Thohir dalam Kabinet Baru Prabowo, Begini Tanggapan Ekonom Indef

AKURAT.CO Isu pergantian posisi Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, dengan Erick Thohir telah menjadi perbincangan hangat di berbagai kalangan.
Hal tersebut menyeruak usai beredar daftar nama menteri-menteri kabinet yang nantinya akan diusung kabinet Prabowo-Gibran, meskipun belum terbukti keabsahannya.
Kepala Pusat Digital dan UMKM Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Eisha Maghfiruha, menegaskan siapapun yang mengemban peran tersebut (Menko Perekonomian) nantinya harus mampu menerapkan kebijakan yang berkelanjutan dan memberikan dampak positif terhadap stabilitas ekonomi.
Baca Juga: Menko Perekonomian: PSN Serap 4,5 Juta Tenaga Kerja Dan Berikan Rp1.670 T Output Ekonomi
Menurut Eisha Maghfiruha, stabilitas ekonomi adalah hal yang sangat krusial, dan kebijakan yang berkelanjutan harus menjadi fokus utama dalam merespons dinamika ekonomi yang terus berubah.
"Yang penting siapapun Menko Ekonomi nya nanti menerapkan kebijakan yang berkelanjutan dan memberikan dampak kestabilan ekonomi," ujar Eisha kepada Akurat.co, Sabtu (17/2/2024).
Isu pergantian posisi di kabinet menjadi sorotan, terutama karena dampaknya terhadap kebijakan perekonomian nasional. Namun, dalam menyikapi isu tersebut, perlu dipahami bahwa stabilitas dan kelanjutan kebijakan ekonomi merupakan fondasi utama dalam menjaga kondisi ekonomi yang sehat dan berkelanjutan bagi masyarakat Indonesia.
Hingga saat ini, belum ada kepastian mengenai potensi pergantian posisi tersebut, namun pernyataan dari berbagai pihak terus menjadi sorotan dalam dinamika politik dan ekonomi tanah air. Perlu diingat bahwa stabilitas politik dan kebijakan yang kokoh menjadi landasan penting dalam menjaga stabilitas ekonomi negara.
Meski begitu, upaya untuk memastikan kontinuitas dan konsistensi kebijakan ekonomi tetap menjadi perhatian utama bagi para pengamat ekonomi dan stakeholder terkait guna menjaga kondisi ekonomi yang stabil dan berkembang.
Diketahui, meski berbagai lembaga telah menyelesaikan perhitungan cepat atau quick count dengan sampel yang masuk mendekati 100%, namun real count dari KPU sendiri masih jauh dari angka 100% sehingga belum ada kepastian siapa pemenang pemilu serentak 2024 yang berlangsung 14 Februari 2024 lalu.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









