Akurat

Ketua Aprindo: Konsumsi RT Nanjak, Pertumbuhan Ekonomi Kuartal I-2024 Bakal Menguat

Silvia Nur Fajri | 16 Februari 2024, 14:53 WIB
Ketua Aprindo: Konsumsi RT Nanjak, Pertumbuhan Ekonomi Kuartal I-2024 Bakal Menguat

AKURAT.CO Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo), Roy N Mandey, mengungkapkan optimisme terkait pertumbuhan ekonomi kuartal I-2024 dan keterlibatan konsumen yang lebih tinggi.

Roy menjelaskan bahwa meskipun tidak ada lonjakan signifikan dalam ritel selama periode kampanye pemilu, kepercayaan konsumen tetap tinggi. 

Ia mengungkapkan survei Bank Indonesia menunjukkan bahwa indeks kepercayaan konsumen telah meningkat dari 123,8% menjadi 125,4%, menandakan keyakinan yang cukup kuat dalam pengeluaran konsumen. 

Baca Juga: Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,05 Persen di 2023 Tertopang Konsumsi RT, Menkeu: Terima Kasih Masyarakat

"Hasil survei bank Indonesia terbaru, indeks kepercayaan konsumen naik dari 123,8 persen menjadi 125,4 persen. Artinya kepercayaan konsumen untuk spending money untuk konsumsi cukup baik cukup signifikan sehingga berkolerasi dengan pembelanjaan," kata Roy di sela acara Market Review IDX dipantau dari Youtube, Jumat (16/2/2024).

Meskipun tidak langsung berdampak pada ritel, pertumbuhan ekonomi kuartal I-2024 diprediksi akan lebih baik dibandingkan dengan tahun sebelumnya pada kuartal yang sama. Hal ini menunjukkan bahwa kondisi ekonomi Indonesia pada dua bulan pertama tahun 2024 cukup baik dan menggembirakan.

"Dan semua itu berdampak kepada pertumbuhan ekonomi gross domestik product kita, GDP atau PDB kita, itu tentunya akan lebih baik dibanding tahun lalu di kuartal yang sama," ramalnya.

Diketahui, pertumbuhan ekonomi Indonesia di kuartal I-2023 lalu mencapai 5,03% dan secara kumulatif sepanjang tahun 2023 tumbuh 5,05% melambat dibanding 2022 yang sebesar 5,31%.

Konsumsi rumah tangga atau RT masih menjadi kontributor terbesar pertumbuhan ekonomi 2023 lalu, dengan sumbangan 53,18%, disusul investasi atau Penanaman Modal Tetap Bruto/ PMTB sebesar 29,33% dan ekpsor sebesar 21,75%.

Secara nominal, ekonomi Indonesia atas dasar harga berlaku tembus Rp20.892,3 triliun setara Rp74,96 juta per kapita sepanjang 2023 lalu.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.