Akurat

DPR Minta Penghentian Suntikan Dana Pemerintah ke LPDP Tak Ganggu Program Beasiswa

M. Rahman | 22 Januari 2024, 19:22 WIB
DPR Minta Penghentian Suntikan Dana Pemerintah ke LPDP Tak Ganggu Program Beasiswa

AKURAT.CO Anggota Komisi XI DPR RI Fraksi Golkar, Puteri Komarudin meminta agar wacana pemberhentian dana abadi pendidikan oleh pemerintah ke LPDP tak mengganggu kesinambungan program beasiswa yang tengah berjalan.

Menurutnya, hal ini harus sejalan dengan upaya pemerintah untuk meningkatkan lulusan di tingkat S2 dan S3 yang dapat bersaing dengan negara lain.

"Memang pemerintah melalui Kemenko PMK memastikan program beasiswa ini tetap diteruskan. Karena memang dibutuhkan untuk mencetak SDM yang berkualitas dan berdaya saing," kata Puteri dikutip Senin (22/1/2024).

Baca Juga: Beasiswa LPDP 2024 Sudah Dibuka, Ini Cara Daftar, Syarat, dan Jadwal Seleksi

Untuk itu, Puteri mengungkapkan, pihaknya selalu mengingatkan LPDP untuk segera menyelesaikan roadmap acuan untuk menentukan arah pengembangan beasiswa ke depan. "Termasuk untuk mengelola dan memetakan alumni penerima beasiswanya secara terarah dan menjamin kontribusi dari para alumni terhadap pembangunan Indonesia," sambungnya.

Puteri turut menyoroti berbagai dampak yang mungkin terjadi apabila pemerintah resmi menyetop dana abadi pendidikan LPDP. Salah satu dampak pemberhentian dana abadi LPDP menurutnya, ialah pada peningkatan anggaran untuk riset. Diketahui, saat ini anggaran riset kita masih sangat kecil yang hanya kisaran 0,24% PDB atau Produk Domestik Bruto.

"Hal ini menempatkan Indonesia berada pada urutan ke-34 dari 100 negara. Padahal, semestinya kebutuhan anggaran penelitian mencapai 1 persen PDB. Sehingga, peningkatan anggaran riset memanglah dibutuhkan," tambahnya.

Menurutnya, perihal anggaran riset ini, Indonesia tidak semestinya hanya mengandalkan pendanaan yang bersumber dari APBN maupun APBD saja. Melainkan perlu juga meningkatkan partisipasi pendanaan dari sektor swasta dan pelaku industri.

"Sinergi dan kolaborasi inilah yang saya kira diperlukan untuk memenuhi kebutuhan pendanaan riset. Sehingga, hasil riset tersebut kemudian juga bisa langsung diimplementasikan oleh dunia industri. Dengan demikian, kita bisa menciptakan iklim riset yang semakin terarah dan implementatif," ujar Puteri.

Sebelumnya Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy memastikan program beasiswa LPDP tetap berjalan mesik suntikan dana dihenti­kan sementara.

"LPDP tetap jalan. Saya sebagai Ketua Dewan Penyantun. Sudah kami sepakati," ujar Muhadjir 

Diterangkan, selama ini sebanyak 20% dari anggaran pendidikan yang besarannya 20% dari APBN dialoka­sikan untuk dana abadi yang dikelola LPDP. Kini, dialihkan untuk pendidikan dan riset.
 
"Setiap tahun dari 20 persen anggaran pendidikan itu disisih­kan sekitar Rp20 triliun di dalam dana abadi. Sekarang numpuk sekitar Rp 136 triliun," tutur eks Mendikbud.

Nantinya, dana abadi yang be­rada di LPDP akan dikembang­kan melalui imbal hasil manfaat investasi te tempat yang menguntungkan dengan risiko terukur. Sehingga meski tidak lagi mendapat suntikan dana dari Pemerintah, dana abadi masih dapat bertam­bah melalui sejumlah instrumen keuangan yang akan dijajaki LPDP.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
Reporter
M. Rahman
Yosi Winosa