Akurat

Ekonomi RI 2024 Ditarget Tumbuh 5,2 Persen, Misbakhun: Harus Resilien Hadapi Tantangan Global

M. Rahman | 3 Januari 2024, 19:24 WIB
Ekonomi RI 2024 Ditarget Tumbuh 5,2 Persen, Misbakhun: Harus Resilien Hadapi Tantangan Global

AKURAT.CO Anggota Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun mengatakan perekonomian Indonesia di 2024 harus menunjukkan resiliensi terhadap tantangan global agar bisa tumbuh mencapai 5,2%.

Tantangan atau risiko yang masih perlu diantisipasi ke depan termasuk volatilitas harga komoditas, pengetatan kebijakan moneter negara maju, gangguan rantai pasok global, serta kerentanan ketahanan pangan dan energi akibta perubahan iklim.

Menurutnya, kinerja perekonomian Indonesia harus mampu membangkitkan optimisme dan menunjukkan resiliensi terhadap berbagai tantangan global yang ada saat ini. Mengingat, fundamental ekonomi Indonesia saat ini tetap terjaga di mana risiko gejolak ekonomi globa termitigasi, ketahanan ekonomi domestik terus meningkat, tingkat inflasi relatif terkendali dan rasio utang Pemerintah yang juga berada dalam level yang aman.

Baca Juga: Kejar Target Inklusi Keuangan 90 Persen di 2024, Misbakhun Sebut Pemerintah Harus Lakukan Ini

"Dalam jangka pendek, ekonomi Indonesia sepanjang tahun 2023 diharapkan mampu tumbuh 5,1% dan tahun 2024 dapat tumbuh 5,2% di tengah berbagai risiko dan tekanan yang dihadapi secara global," kata Misbakhun kepada Akurat.co, Rabu (3/1/2024).

Misbakhun menambahkan, Indonesia punya modal yang baik untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi. Selama ini Indonesia telah berhasil dalam menangani dan bangkit dari berbagai krisis. Indonesia pun mendapat apresiasi yang sangat baik dari dunia dalam upaya mendorong percepatan pemulihan ekonomi dan mempercepat transisi dari pandemi ke pasca-Pandemi. Indonesia juga dinilai berhasil menjaga pertumbuhan yang tinggi sejak keluar dari pandemi di pertengah 2022 lalu.

Untuk itu, meskipun saat ini dunia kembali dihadapkan pada berbagai tantangan yang berpotensi memperlambat pertumbuhan ekonomi global dan memperlebar divergensi pertumbuhan ekonomi antar negara, Indonesia menunjukkan optimisme sehingga mampu menjadikan tantangan sebagai peluang untuk terus menjaga pertumbuhan dan ketahanan ekonomi nasional.

Kuncinya menurut Misbakhun, dalam jangka pendek pertumbuhan ekonomi perlu terus didorong dengan memitigasi adanya transmisi negatif dari kondisi pelemahan dan perlambatan ekonomi global dengan memastikan terjaganya daya beli masyarakat, masuknya investasi dan stabilitas makroekonomi.

"Pertumbuhan ekonomi juga harus inklusif dan berkelanjutan, untuk memastikan tercapainya ketahanan ekonomi dalam jangka menengah-panjang, melalui transisi energi, pembiayaan yang berkelanjutan, inovasi digital, dan penyiapan SDM berbasis ekonomi berkelanjutan," imbuhnya.

Sebelumnya Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan, Febrio Kacaribu mengatakan ekonomi Indonesia tetap tangguh di tengah tantangan ekonomi 2023. Ia optimis perekonomian Indonesia akan berada di atas 5% hingga akhir tahun 2023. 

Adapun inflasi tahun 2023 tercatat sebesar 2,61% (yoy), yang merupakan inflasi terendah dalam 20 tahun terakhir, di luar periode pandemi tahun 2020 dan 2021. Sementara neraca perdagangan tercatat surplus selama 43 bulan berturut turut. Secara kumulatif Januari-November 2023, neraca perdagangan surplus USD33,63 miliar.

Surplus neraca perdagangan juga menopang kinerja neraca transaksi berjalan (current account) dimana hingga kuartal ketiga, kinerja neraca transaksi berjalan mencatatkan defisit yang sangat rendah, sebesar USD0,11 miliar atau -0,01% PDB, di bawah ambang batas aman -3,0% PDB.

Secara keseluruhan, kinerja Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) di tahun 2023 juga cukup baik. Sampai dengan kuartal ketiga 2023, tercatat defisit NPI sebesar USD2,32 miliar, dan diperkirakan terus membaik sejalan dengan mulai meningkatnya capital inflow pada kuartal IV-2023.

"Headwind ekonomi global di tahun 2024 masih akan besar. Fragmentasi global, dekarbonisasi, dan digitalisasi masih akan tetap menjadi faktor utama yang akan membentuk dinamika ekonomi global dalam jangka pendek sampai menengah. Akan tetapi, dengan pondasi yang cukup baik pada awal tahun 2024, pemerintah optimis pertumbuhan ekonomi Indonesia akan tumbuh 5,2% di tahun 2024," ujar Febrio.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
Reporter
M. Rahman
Yosi Winosa