Akurat

Dampak Ekonomi Bagi Negara Mayoritas Muslim Terhadap Konflik Israel Dan Palestina

Ratu Tiara | 26 November 2023, 13:54 WIB
Dampak Ekonomi Bagi Negara Mayoritas Muslim Terhadap Konflik Israel Dan Palestina

AKURAT.CO Konflik antara Israel dan Palestina kembali memanas dalam beberapa waktu kebelakang ini. Dampak dari konflik ini diantaranya memakan banyak korban jiwa serta dampak kerugian lainnya.  

Selain banyak memakan korban jiwa, dampak lain dari konflik ini juga menimbulkan banyak kerugian yang dari sisi perekonomian kedua negara. 

 Baca Juga: Tak Banyak Yang Tahu, 4 Produk Makanan Asal Palestina Ini Banyak Dijual Di Indonesia

Sehingga banyak negara-negara yang memberikan bantuan secara ekonomi, baik terhadap Israel dan Palestina. Saat ini sudah ada beberapa negara barat yang mendukung dari segi militer dan perekonomian terhadap Israel. 

Sementara, dukungan dari negara mayoritas Muslim atau negara-negara anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) yakni mereka tengah berupaya menyusun strategi untuk menekan kekuatan ekonomi. OKI adalah organisasi terbesar kedua setelah PBB.

Diambil dari berbagai sumber, salah satu strategi negara anggota OKI adalah mengimpor produk halal sebesar USD79 miliar dari 5 negara yang memilih yang tidak mendukung Israel dalam kasus ini. 

Lebih merinci, India dan Amerika telah mengeskpor produk halal dengan nilai masing-masing USD31 miliar dan USD19 miliar ke negara-negara OKI, selain itu Perancis sebesar USD14,4 miliar, Jerman dan Inggris dengan masing-masing USD10,65 miliar dan USD4,39 miliar. 

Sementara 76% dari angka impor produk halal di negara anggota OKI sebesar USD79 miliar. Dari sektor makanan halal telah menyumbang USD52,6 miliar atau setara dengan 65,9%. Dalam arti lain masih banyak peluang bagi negara-negara mayoritas Muslim untuk memproduksi makanan halal. 

 Baca Juga: Bertolak Ke Arab Saudi-AS, Mendag Dampingi Presiden Dalam Pertemuan KTT OKI Dan Pertemuan Tingkat Menteri APEC 2023

Kemudian OKI yang beranggotakan 57 negara tersebut telah memanfaatkan perjanjian ekonomi yang ada di dalam badan guna mencapai tujuan memberikan tekanan ekonomi yang besar terhadap negara yang mendukung Israel dan mengahasilkan pertumbuhan jangka panjang bagi negara-negara Muslim terkait. 

Dari sisi konsumen, banyak negara yang telah memboikot merek dagang yang terkait dengan Israel.

Perlu diketahui, populasi Muslim di dunia telah memiliki kekuatan konsumen dengan jumlah 2 miliar populasi yang merupakan seperempat dari populasi dunia. 

Dengan jumlah tersebut, akan mampu memengaruhi dari sisi daya beli yang siginifikan terhadap produk yang terkait dengan Israel.

Berdasarkan data dari DinarStandard tahun 2022, pengeluaran konsumen halal tahunan sebesar USD2,1 triliun dengan rantai pasokan global yang kuat dan berpotensi terhadap pengaruh ekonomi. 

Walaupun sudah diboikot produk yang terkait dengan Israel, dampak tersebut akan baru berhasil dalam 3 bulan ke depan. Sementara hasilnya tersebut masih diragukan untuk memengaruhi perekonomian Israel atau dari sisi pendapatan perusahaan produk yang diboikot tersebut. 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

S
R