AKURAT.CO Rupiah ditutup menguat tipis 5 poin ke level Rp15.440 per dolar AS pada perdagangan Selasa, 21 November 2023 seiring membaiknya sentimen risiko dan ekpektasi bahwa Federal Reserve akan menghentikan kenaikan suku bunga.
Pengamat Pasar Uang dan Direktur PT Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuaibi mengatakan rupiah dikerek faktor eksternal dan internal.
Dari eksternal, analis pasar menunjukkan beberapa faktor yang berkontribusi terhadap tren ini termasuk sinyal dovish The Fed. Selain itu, pejabat Bank Sentral Eropa (ECB), termasuk Presiden Bundesbank Joachim Nagel dan anggota Dewan Pengurus ECB Robert Holzmann, mengambil sikap hawkish, memperingatkan terhadap pelonggaran moneter yang prematur.
ECB mungkin terus menaikkan suku bunga meskipun beberapa perkiraan mengantisipasi penurunan suku bunga. Sebaliknya, di Amerika Serikat, data Indeks Harga Konsumen (CPI) yang lebih lemah dari perkiraan telah menyebabkan pasar mengantisipasi kemungkinan penurunan suku bunga oleh The Fed pada awal bulan Maret.
Baca Juga: The Fed Ditaksir Baru Akan Kerek Suku Bunga Pada Maret 2023, Rupiah Naik 47 Poin
"Rilis risalah Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) sebelum Thanksgiving diperkirakan akan memberikan petunjuk lebih lanjut mengenai pendekatan bank sentral menyusul laporan terbaru yang menunjukkan penurunan tekanan inflasi," kata Ibrahim dikutip Selasa (21/11/2023).
Ditambahkan, antisipasi seputar kehadiran Presiden ECB Christine Lagarde di Berlin juga membuat para pedagang tetap waspada, karena mereka mencari panduan tambahan mengenai jalur kebijakan moneter Eropa di masa depan.
Selain itu, optimisme terhadap Tiongkok juga membantu sentimen, laporan media Tiongkok mengatakan bahwa pemerintah sedang mempersiapkan lebih banyak dukungan kebijakan untuk sektor properti yang sedang terpuruk di negara tersebut, yang merupakan salah satu penyebab melambatnya pertumbuhan ekonomi negara negara ekonomi terbesar kedua di dunia.
Sentimen Internal Rupiah
Dari internal, kinerja Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) pada kuartal III-2023 membaik di tengah meningkatnya ketidakpastian di perekonomian global. NPI pada kuartal III-2023 menunjukkan perbaikan signifikan dengan mencatat defisit USD1,5 miliar, lebih rendah dibandingkan dengan defisit pada kuartal sebelumnya sebesar USD7,4 miliar. Kondisi tersebut ditopang oleh defisit neraca transaksi berjalan dan transaksi modal dan finansial yang membaik.
Dengan perkembangan tersebut, posisi cadangan devisa pada akhir September tercatat tetap tinggi sebesar USD134,9, atau setara dengan pembiayaan 6 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor.
Neraca transaksi berjalan membaik ditopang oleh perbaikan kinerja neraca perdagangan barang dan jasa yang tetap solid. Pada kuartal III-2023, transaksi berjalan mencatat defisit USD0,9 miliar (0,2% dari PDB), jauh menurun dibandingkan dengan defisit USD2,2 miliar (0,6% dari PDB) pada kuartal sebelumnya.
Surplus neraca perdagangan nonmigas meningkat didukung oleh perbaikan permintaan beberapa komoditas ekspor, terutama besi dan baja, di tengah tren harga komoditas yang masih turun. Sementara itu, defisit neraca perdagangan migas meningkat sejalan dengan kenaikan harga minyak dunia.
Bank Indonesia menilai kinerja NPI kuartal III-2023 yang baik mampu terus menopang ketahanan eksternal Indonesia. Ke depan, Bank Indonesia senantiasa mencermati dinamika perekonomian global yang dapat mempengaruhi prospek NPI dan terus memperkuat respons bauran kebijakan yang didukung sinergi kebijakan yang erat dengan Pemerintah dan otoritas terkait guna memperkuat ketahanan sektor eksternal.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kecelakaan Maut di Afrika Selatan, 21 Orang Tewas dalam Tabrakan Tiga Kendaraan
- 2Terpukau Atmosfer Persija vs Persib di SUGBK, John Herdman: Belum Pernah Saya Rasakan
- 3Apa Itu Gempa Megathrust? Ini Wilayah Indonesia yang Berpotensi Terdampak
- 4Tokoh Partai Reformasi Britania Raya Balas Trump soal Irlandia Bersatu: Jangan Campuri Politik Inggris!
- 5Soal Kabar Jokowi-Megawati Bakal Bertemu, Said Abdullah: Kartunya Mati, Jangan Dihidupkan Lagi
- 6Suahasil Nazara Jadi Menkeu Baru, Ini Sosok dan Perjalanan Kariernya
- 7ACL Two: FC Seoul Siapkan Pemain SMA Lawan Persib Bandung, Anggap Remeh?
- 8Ismed Sofyan Puji Shin Tae-yong Usai Persija Kalahkan Persib, Putuskan Kebuntuan 3 Tahun
- 9Sidang Korupsi Kuota Haji Ungkap Marwan Dasopang Mendorong Kuota Tambahan Tidak Seluruhnya untuk Jemaah Reguler
- 10Fahd A Rafiq Bersama Tujuh Tersangka OTT Summarecon Digiring ke Mobil Tahanan KPK










