Akurat Logo

Rupiah Melemah 20 Poin Ke Rp15.554 Usai Rilis Data Penjualan Ritel AS

M. Rahman | 16 November 2023, 16:05 WIB
Rupiah Melemah 20 Poin Ke Rp15.554 Usai Rilis Data Penjualan Ritel AS

AKURAT.CO Rupiah ditutup melemah 20 poin ke level Rp15.554 pada perdagangan Kamis, 16 November 2023 usai rilis data penjualan ritel AS yang menambah ketidakpastian The Fed dalam memutuskan suku bunga acuannya.

Pengamat Pasar Uang dan Direktur PT Laba Forexindo Berjangka, Ibrahim Assuaibi mengatakan rupiah terseret sentimen eksternal dan internal.

Dari eksternal, data penjualan ritel Oktober AS agak mengimbangi optimisme atas penurunan inflasi AS baru-baru ini, mengingat hal tersebut masih dapat menimbulkan tekanan harga yang besar dalam beberapa bulan mendatang.

Baca Juga: Rupiah Melejit 160 Poin Usai Rilis Data Inflasi Oktober AS

Inflasi masih jauh di atas target tahunan The Fed sebesar 2%. Data penjualan ritel mendorong rebound dolar dan imbal hasil Treasury, yang menekan emas dan menghentikan reli logam kuning selama dua hari. Data inflasi bulan Oktober yang lebih rendah dari perkiraan, yang dirilis awal pekan ini, telah meningkatkan spekulasi bahwa Federal Reserve telah selesai menaikkan suku bunganya.

Meskipun pertaruhan ini masih ada, data penjualan ritel pada hari Rabu memicu keraguan mengenai berapa lama suku bunga AS akan tetap tinggi.

"The Fed mengisyaratkan pendekatan berbasis data untuk kenaikan suku bunga di masa depan. Namun pejabat Fed juga baru-baru ini menegaskan kembali bahwa suku bunga akan tetap lebih tinggi untuk jangka waktu yang lebih lama," kata Ibrahim dikutip Kamis (16/11/2023).

Sentimen eksternal lain, sinyal beragam dari perundingan tingkat tinggi AS-China juga melemahkan sentimen. Meskipun Presiden Xi Jinping dan Joe Biden menandai adanya lebih banyak komunikasi antara kedua negara setelah pertemuan pada hari Rabu, komentar dari Biden- bahwa Xi adalah seorang “diktator,” tampaknya akan membuat kesal pihak berwenang China, walaupun kedua belah pihak sepakat untuk membuka kembali saluran militernya.

Sentimen Internal Rupiah

Bank Indonesia (BI) menilai surplus Neraca Perdagangan Indonesia pada Oktober 2023 memperkuat ketahanan eksternal perekonomian Indonesia lebih lanjut. Surplus neraca perdagangan Indonesia berlanjut pada Oktober 2023 sebesar USD3,48 miliar, lebih tinggi dibandingkan dengan surplus pada September 2023 sebesar USD3,41 miliar.

Ke depan, Bank Indonesia terus memperkuat sinergi kebijakan dengan Pemerintah dan otoritas lain untuk terus meningkatkan ketahanan eksternal dan mendukung pemulihan ekonomi nasional.

Surplus neraca perdagangan Oktober 2023 bersumber terutama dari berlanjutnya surplus neraca perdagangan nonmigas yang mencapai USD5,31 miliar, relatif stabil dibandingkan dengan capaian pada bulan sebelumnya sebesar USD5,33 miliar.

Kinerja positif tersebut didukung oleh tetap kuatnya ekspor nonmigas terutama komoditas batubara, produk logam mulia dan perhiasan, serta produk manufaktur alas kaki dan besi baja. Berdasarkan negara tujuan, ekspor nonmigas ke China, Amerika Serikat, dan India tetap menjadi kontributor utama ekspor Indonesia. Sementara itu, impor nonmigas tetap kuat sejalan dengan berlanjutnya perbaikan aktivitas ekonomi.

Defisit neraca perdagangan migas tercatat sedikit menurun menjadi USD1,84 miliar pada Oktober 2023 sejalan penurunan impor migas yang lebih dalam dari penurunan ekspornya.

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
Reporter
M. Rahman
Yosi Winosa