Rupiah Melejit 160 Poin Usai Rilis Data Inflasi Oktober AS

AKURAT.CO Rupiah ditutup menguat 160 poin ke level Rp15.534 pada perdagangan Rabu, 15 November 2023 usai rilis data inflasi indeks harga konsumen (CPI) AS bulan Oktober 2023 yang tumbuh lebih rendah dari perkiraan pada bulan Oktober menjadi 3,2%, dibanding bulan sebelumnya yang sebesar 3,7%.
Inflasi AS yang stagnan dan masih di bawah target The Fed sebesar 2% tersebut menjadi tantangan utama bagi The Fed dalam mempertahankan sikap hawkishnya, terutama setelah inflasi meningkat lebih dari perkiraan pada bulan Agustus dan September.
Pengamat Pasar Uang Dan Direktur PT Laba Forexindo Berjangka, Ibrahim Assuaibi mengatakan rupiah terdorong sentimen eksternal dan internal.
Baca Juga: Rupiah Naik Tipis 6 Poin Jelang Rilis Data Indeks Harga Konsumen AS
Dari eksternal, utamanya data inflasi terbaru dari AS. Mengingat The Fed memberi isyarat bahwa kenaikan suku bunga di masa depan sebagian besar akan bergantung pada jalur inflasi, pembacaan bulan Oktober mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga. Suku bunga AS kemungkinan akan tetap lebih tinggi dalam jangka waktu yang lebih lama.
Ketua Fed Jerome Powell dan pembuat kebijakan lainnya dalam beberapa hari terakhir telah mencoba untuk melawan ekspektasi bahwa bank sentral AS telah menyelesaikan siklus kenaikan suku bunganya yang agresif.
"Kontrak berjangka menunjukkan lebih dari 68 persen kemungkinan bahwa The Fed akan memangkas suku bunga pinjaman semalam sebesar 25 basis poin atau lebih pada bulan Mei mendatang, menurut alat FedWatch CME," kata Ibrahim dikutip Rabu (15/11/2023).
Selain itu, aktivitas ekonomi China pada bulan Oktober meningkat karena output industri tumbuh lebih cepat dan pertumbuhan penjualan ritel melebihi ekspektasi, sebuah tanda yang menggembirakan bagi perekonomian terbesar kedua di dunia.
Ditambah dengan suntikan likuiditas besar-besaran sebesar 600 miliar yuan (USD83 miliar) oleh People Bank of China juga meningkatkan sentimen, di tengah tanda-tanda ketahanan ekonomi terbesar di Asia.
Sentimen Internal Rupiah
Sesuai ekspektasi pasar, Neraca Perdagangan Indonesia periode Oktober 2023 tercatat surplus sebesar USD3,48 miliar. Surplus ini lebih tinggi dibandingkan September 2023 yang mencapai USD3,42 miliar. Surplus ini ditopang oleh ekspor yang lebih tinggi senilai USD22,15 miliar, sementara impor senilai USD18,67 miliar.
Dengan neraca perdagangan kembali surplus maka Indonesia sudah membukukan surplus selama 42 bulan beruntun. Surplus 42 bulan terakhir di era Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan menyamai pencapaian Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Surplus perdagangan pernah mencapai 42 bulan di era SBY yakni Oktober 2004 hingga Maret 2008.
Sebelumnya, Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia pada kuartal III-2023 turun dibandingkan dengan triwulan sebelumnya. Posisi ULN Indonesia pada akhir kuartal III-2023 tercatat sebesar USD393,7 miliar, turun dibandingkan dengan posisi ULN pada akhir kuartal II-2023 yang mencapai USD396,5 miliar.
Penurunan posisi ULN ini terutama bersumber dari ULN sektor publik. Dengan perkembangan tersebut, ULN Indonesia secara tahunan mengalami kontraksi pertumbuhan sebesar 0,1% (yoy), melanjutkan kontraksi pada triwulan sebelumnya sebesar 1,2% (yoy).
ULN pemerintah menurun dibandingkan dengan kuartal lalu. Posisi ULN pemerintah pada akhir kuartal III 2023 tercatat sebesar USD188,3 miliar, turun dibandingkan dengan posisi kuartal sebelumnya sebesar USD192,5 miliar, atau secara tahunan tumbuh sebesar 3,3% (yoy).
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kecelakaan Maut di Afrika Selatan, 21 Orang Tewas dalam Tabrakan Tiga Kendaraan
- 2Terpukau Atmosfer Persija vs Persib di SUGBK, John Herdman: Belum Pernah Saya Rasakan
- 3Apa Itu Gempa Megathrust? Ini Wilayah Indonesia yang Berpotensi Terdampak
- 4Tokoh Partai Reformasi Britania Raya Balas Trump soal Irlandia Bersatu: Jangan Campuri Politik Inggris!
- 5Soal Kabar Jokowi-Megawati Bakal Bertemu, Said Abdullah: Kartunya Mati, Jangan Dihidupkan Lagi
- 6Suahasil Nazara Jadi Menkeu Baru, Ini Sosok dan Perjalanan Kariernya
- 7ACL Two: FC Seoul Siapkan Pemain SMA Lawan Persib Bandung, Anggap Remeh?
- 8Ismed Sofyan Puji Shin Tae-yong Usai Persija Kalahkan Persib, Putuskan Kebuntuan 3 Tahun
- 9Sidang Korupsi Kuota Haji Ungkap Marwan Dasopang Mendorong Kuota Tambahan Tidak Seluruhnya untuk Jemaah Reguler
- 10Fahd A Rafiq Bersama Tujuh Tersangka OTT Summarecon Digiring ke Mobil Tahanan KPK








