Akurat

Ternyata Indonesia Impor Beras 1,5 Juta Ton Dari 4 Negara Ini

Aris Rismawan | 26 Oktober 2023, 15:45 WIB
Ternyata Indonesia Impor Beras 1,5 Juta Ton Dari 4 Negara Ini

AKURAT.CO Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah memberikan arahan untuk mengimpor beras 1,5 juta ton beras kepada Perum Bulog.

Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso saat mendampingi Jokowi saat memberikan bantuan sosial beras 10 kg kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Provinsi Sumatera Barat Kota Padang pada Rabu 25 Oktober 2023.

“Bulog juga ditugaskan lagi untuk impor beras sebanyak 1,5 juta ton dan 700 ribu ton sudah dikontrak untuk tahun ini" kata Budi Waseso belum lama ini.

Baca Juga: Serahkan Bantuan Pangan Beras, Jokowi: Akan Ditambah Lagi Untuk Desember

Sementara, Perum Bulog melaporkan dari 700 ribu ton yang sudah teken kontrak dengan Perum Bulog sendiri, berasal dari negara Thailand, Vietnam, Pakistan, dan Myanmar.

“Untuk 700 ribu ton tersebut dari negara Thailand, Vietnam, Pakistan, dan Myanmar,” ucap salah satu narasumber Perum Bulog kepada Akurat.co, Kamis (26/10/2023).

Sebelumnya pemerintah telah membuat kebijakan impor beras sebanyak 2 juta ton, tetapi Presiden Jokowi menambahkan lagi jumlah impor beras sebanyak 1,5 juta ton untuk akhir tahun ini.

Diambil dari berbagai sumber, alasan impor beras tersebut dilakukan guna memenuhi stok di Cadangan Beras Pemerintah (CBP) untuk mempersiapkan pasokan beras dalam rangka memasuki tahun politik dan lebaran tahun depan atau 2024.

Hal tersebut diperkuat oleh Pelaksana Tugas (PLT) Menteri Pertanian (Mentan), Arief Prasetyo Adi yang mengatakan bahwa produksi pada di akhir tahun ini diprediksi akan terus menurun, sehingga dibutuhkan tambahan persediaan untuk stok di CBP.

Menurut PLT Mentan, prediksi pemerintah tentang turunnya produksi hingga akhir tahun ini sudah dimulai dari Oktober dengan salah satunya diakibatkan perubahan iklim adanya El Nino.

PLT tersebut menambahkan, penurunan produksi ini biasanya terjadi karena perebutan gabah di penggilingan, sehingga Perum Bulog tidak disarankan untuk mengambil dari hasil produksi dari petani dalam negeri.

Oleh karena itu, untuk menjaga stok cadangan beras nasional, pemerintah tetap memerlukan impor beras sebagai CBP.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.