Akurat

Inflasi September 2023 Capai 2,28 Persen, Ini Pendorongnya

Aris Rismawan | 2 Oktober 2023, 13:40 WIB
Inflasi September 2023 Capai 2,28 Persen, Ini Pendorongnya

AKURAT.CO - Inflasi pada bulan September 2023 mencapai 2,28% secara tahun (year on year/yoy). Capaian tersebut melambat dibandingkan dengan inflasi Agustus 2023 sebesar 3,27% (yoy), berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS).

Plt. Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti mengatakan, capaian inflasi September 2023 tersebut menurun secara signifikan dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) pada September 2023 sebesar 115,44.

“Inflasi September 2023 secara tahunan menurun signifikan atau adanya peningkatkan IHK dari September 2022 sebesar 112,87 menjadi 115,44 pada September 2023,” kata Amalia yang dipantau secara daring, Senin (2/10/2023).

Baca Juga: Ombudsman: Harga Beras Tinggi Ganggu Stabilitas Politik Hingga Inflasi

Lebih merinci, Amalia menyampaikan inflasi tertinggi terjadi pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau yang mencatatkan inflasi hingga 4,17% (yoy) dengan andil 1,08% terhadap inflasii umum.

“komoditas yang mengambil andil dari kelompok ini adalah beras dengan andil inflasi sebesar 0,55 persen, rokok kretek filter 0,19 persen, bawang putih 0,08 persen, daging ayam ras 0,07 persen, dan rokok putih 0,07 persen,” ucap Amalia.

Selain itu beberapa komoditas lain yang memberikan sumbangan inflasi tahunan, diantaranya biaya kontrak rumah, emas dan perhiasan, biaya sewa rumah

“Kelompok transportasi tidak lagi menjadi kelompok dengan andil terbesar untuk inflasi tahunan, hal ini terjadi karena base effect akibat kenaikan BBM (Bahan Bakar Minyak) yang terjadi di September 2022 ini telah berakhir,” ungkap Amalia.

Sebagai tambahan, inflasi tertinggi terjadi di Manokwari sebesar 5,26% (yoy) dan yang terendah terjadi di Manado dan Gorontalo dengan masing-masing inflasi sebesar 1,16% (yoy).

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.