Rupiah Terjaga di Tengah Gejolak Global, BI Ungkap Penopangnya

AKURAT.CO Nilai tukar rupiah tercatat relatif stabil pada pertengahan Desember 2025. Bank Indonesia (BI) menilai pergerakan mata uang Garuda masih terjaga dibandingkan dengan posisi akhir November 2025, di tengah dinamika pasar keuangan global yang belum sepenuhnya mereda.
Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo menyampaikan, pada 16 Desember 2025 nilai tukar rupiah berada di level Rp16.685 per USD. Angka tersebut dinilai relatif stabil bila dibandingkan dengan posisi akhir November 2025.
“Nilai tukar rupiah pada 16 Desember 2025 tercatat sebesar Rp16.685 per USD, relatif stabil bila dibandingkan dengan level akhir November 2025,” ujar Perry dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Kamis (18/12/2025).
Data yang dihimpun menunjukkan, pada pekan terakhir November 2025 rupiah dibuka di level Rp16.706 per USD.
Baca Juga: BI Gelontorkan KLM Rp388,1 Triliun Dorong Perbankan Gerakkan Sektor Prioritas Pemerintah
Sepanjang pekan tersebut, rupiah sempat bergerak menguat hingga menyentuh level terendah Rp16.634 per USD sebelum kembali melemah ke posisi Rp16.641 per USD pada akhir pekan.
Perry menjelaskan, pergerakan rupiah masih sejalan dengan mata uang regional serta negara mitra dagang Indonesia. Bahkan, rupiah tercatat menguat dibandingkan sejumlah mata uang negara maju, kecuali dolar AS.
“Perkembangan nilai tukar rupiah masih sejalan dengan pergerakan mata uang regional dan mitra dagang Indonesia,” kata Perry.
Stabilitas nilai tukar tersebut, lanjut Perry, ditopang oleh bauran kebijakan Bank Indonesia. BI secara aktif melakukan intervensi melalui pasar Non-Deliverable Forward (NDF) di luar negeri, Domestic NDF (DNDF), pasar spot, serta pembelian Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder.
Selain itu, pasokan valuta asing dari sektor korporasi juga turut memperkuat stabilitas rupiah. Hal ini seiring meningkatnya konversi devisa hasil ekspor ke rupiah oleh para eksportir.
Perry menyebut, kebijakan Devisa Hasil Ekspor Sumber Daya Alam (DHE SDA) memberikan dampak positif terhadap ketersediaan valas di dalam negeri, sehingga membantu menjaga keseimbangan pasar valuta asing.
Bank Indonesia juga memproyeksikan nilai tukar rupiah tetap stabil. Proyeksi tersebut didukung oleh imbal hasil aset keuangan domestik yang menarik, tingkat inflasi yang terjaga rendah, serta prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia yang dinilai tetap baik.
Baca Juga: Konsumsi dan Investasi Kompak Naik, Bos BI Optimistis Pertumbuhan Ekonomi Kuartal IV-2025 Melonjak
“Nilai tukar rupiah diperkirakan akan stabil didukung oleh imbal hasil yang menarik, inflasi yang rendah, dan tetap baiknya prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia,” ujar Perry.
Sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas nilai tukar, BI juga memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan BI-Rate di level 4,75%.
Keputusan ini diambil dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia yang berlangsung pada 16–17 Desember 2025.
Menurut Perry, kebijakan tersebut konsisten dengan upaya menjaga stabilitas rupiah di tengah ketidakpastian global yang masih tinggi.
Di saat yang sama, BI tetap berupaya memperkuat transmisi pelonggaran kebijakan moneter dan makroprudensial guna mendukung stabilitas serta mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










