Harga Emas Melonjak, Inflasi November Tembus 0,17 Persen

AKURAT.CO Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi bulanan pada November 2025 berada di level 0,17% (month to month/mtm).
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Pudji Ismartini, mengungkapkan bahwa kenaikan harga emas perhiasan menjadi penyumbang utama inflasi bulan ini.
Kelompok pengeluaran perawatan pribadi dan jasa lainnya tercatat mengalami inflasi tertinggi, yakni 1,21% dengan andil 0,09%. Dari kelompok ini, emas perhiasan menjadi komoditas paling dominan, menyumbang andil inflasi sebesar 0,08%.
Baca Juga: Cek Nama Kamu! Link Pengumuman Administrasi Mitra Statistik BPS 2026 dan Tahapan Berikutnya
“Lonjakan harga emas perhiasan memberikan tekanan signifikan terhadap inflasi November. Komoditas ini menjadi pendorong utama pada kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya,” ujar Pudji dalam konferensi pers, Senin (1/12/2025).
Meski demikian, sejumlah komoditas pangan justru menahan laju inflasi. Daging ayam ras menyumbang deflasi 0,03%, sementara beras dan cabai merah masing-masing berkontribusi deflasi 0,02%.
Dari sisi komponen, inflasi November didominasi oleh inflasi inti yang memberikan andil 0,11%. Komponen harga yang diatur pemerintah menyusul dengan andil 0,05%.
Secara spasial, 28 provinsi mengalami inflasi, sedangkan 10 provinsi tercatat deflasi. Papua mencatat inflasi tertinggi sebesar 1,69%, sementara Aceh mengalami deflasi terdalam yakni 0,67%.
Baca Juga: Jakarta Jadi Provinsi Pertama Kolaborasi dengan BPS Identifikasi RW Kumuh
Pudji menegaskan bahwa inflasi masih terkendali, namun pergerakan harga komoditas emas perhiasan menjadi faktor penting yang perlu dicermati ke depan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










