Akurat

Wakil Ketua Komisi XI Sebut Target Pertumbuhan Ekonomi 5,4 Persen di 2026 Realistis

Hefriday | 16 Agustus 2025, 17:37 WIB
Wakil Ketua Komisi XI Sebut Target Pertumbuhan Ekonomi 5,4 Persen di 2026 Realistis

AKURAT.CO Wakil Ketua Komisi XI DPR RI, Fauzi Amro, menilai target pertumbuhan ekonomi sebesar 5,4% yang ditetapkan pemerintah dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2026 cukup realistis. 

Optimisme itu, kata dia, tercermin dari capaian pertumbuhan kuartal II-2025 yang mampu menyentuh 5,12% secara tahunan (year on year/yoy).
 
“Semakin tinggi pertumbuhan ekonomi, semakin banyak pendapatan. Nah, kita berharap, dengan pertumbuhan 5,12 persen, pendapatan negara kita bisa capai Rp3.178 triliun, atau bahkan lebih dari Rp3.200 triliun,” ujar Fauzi di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (15/8/2025).
 
Fauzi menyebutkan, pencapaian target pertumbuhan itu akan semakin terbuka dengan implementasi delapan program prioritas pemerintah. Beberapa di antaranya, menurut dia, berpotensi mendorong akselerasi ekonomi nasional hingga akhir 2026.
 
Dirinya menyoroti keberadaan Koperasi Desa Merah Putih dan Sekolah Rakyat yang digagas pemerintah. Dua program tersebut, katanya, dapat memperluas basis ekonomi masyarakat desa sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia di daerah.
 
 
“Kalau koperasi dan sekolah rakyat ini berjalan baik, dampaknya akan signifikan bagi ekonomi lokal. Dan ekonomi lokal yang tumbuh, pada akhirnya akan menguatkan perekonomian nasional,” ujarnya.
 
Dalam pidato kenegaraannya, Presiden RI Prabowo Subianto menyampaikan sejumlah asumsi makro yang menjadi landasan RAPBN 2026.
 
Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi sebesar 5,4%, inflasi 2,5%, suku bunga Surat Berharga Negara (SBN) 10 tahun sebesar 6,9%, nilai tukar Rp16.500 per USD, dan harga minyak mentah Indonesia (ICP) USD70 per barel.
 
Selain itu, target pembangunan pada 2026 juga menyasar perbaikan indikator sosial-ekonomi. Pemerintah menargetkan tingkat pengangguran berada di kisaran 4,44 hingga 4,96%, angka kemiskinan turun menjadi 6,5 sampai 7,5%, kemiskinan ekstrem ditekan hingga 0-0,5%, serta rasio gini stabil pada level 0,377 hingga 0,380.
 
Fauzi menegaskan bahwa target pertumbuhan ekonomi yang ditetapkan pemerintah bukan sekadar retorika, tetapi memiliki basis data yang kuat. Menurutnya, pencapaian 5,12% pertumbuhan pada kuartal II-2025 menjadi bukti bahwa fondasi ekonomi Indonesia cukup tangguh menghadapi tekanan global.
 
“Kalau tren ini bisa dijaga, bukan tidak mungkin target 5,4 persen di 2026 tercapai. Apalagi ada stimulus dari program prioritas yang akan memperkuat daya beli masyarakat,” tuturnya.
 
Meski demikian, Fauzi juga mengingatkan bahwa pencapaian target tersebut tidak lepas dari tantangan, baik eksternal maupun internal. Dari sisi global, ketidakpastian geopolitik dan perlambatan ekonomi mitra dagang utama bisa memberi tekanan pada ekspor Indonesia.
 
Sementara dari sisi domestik, tantangan terbesar adalah menjaga stabilitas inflasi pangan serta mempercepat hilirisasi industri agar ekonomi tidak lagi bertumpu pada komoditas mentah.
 
Fauzi juga menegaskan bahwa DPR RI, khususnya Komisi XI, akan terus mengawal pelaksanaan RAPBN 2026 agar sesuai dengan tujuan pembangunan nasional. Menurutnya, anggaran harus benar-benar dialokasikan untuk program produktif yang berdampak langsung pada masyarakat.
 
“Belanja negara harus berkualitas, bukan sekadar besar. DPR akan pastikan RAPBN ini menjadi instrumen fiskal yang tepat sasaran,” ucapnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

H
Reporter
Hefriday
Yosi Winosa