Akurat

Rupiah Ambruk 45 Poin ke Rp16.409 Gara-gara Ini

M. Rahman | 29 Juli 2025, 18:52 WIB
Rupiah Ambruk 45 Poin ke Rp16.409 Gara-gara Ini

AKURAT.CO Rupiah ditutup melemah 45,5 poin (0,28%) ke level Rp16.409 pada perdagangan Selasa (29/7/2025) usai tertekan sejumlah sentimen.

Pengamat Mata Uang dan Komoditas, Ibrahim Assuaibi mengatakan dari sisi eksternal, rupiah tertekan kabar dari kerangka kerja perdagangan akhir pekan antara AS dan Uni Eropa menetapkan tarif dasar untuk sebagian besar impor Uni Eropa sebesar 15%, turun dari ancaman sebelumnya hingga 30% atau lebih tinggi.

"Kesepakatan itu awalnya menopang sentimen risiko global, tetapi para analis memperingatkan bahwa kenaikan tarif dari level terendah dalam sejarah dapat membebani pertumbuhan dan inflasi global," ujarnya, Selasa (29/7/2025).

Baca Juga: Transaksi Non Dolar AS Melonjak 148,9 Persen di Semester l-2025, Rupiah Kian Stabil

Sementara itu, para pejabat perdagangan AS dan China bertemu di Stockholm pada hari Senin dalam putaran negosiasi ketiga yang bertujuan untuk memperpanjang jeda 90 hari yang ditetapkan pada bulan Mei terkait eskalasi tarif.

Meskipun terdapat kemajuan perdagangan yang terlihat, sentimen tetap rapuh karena perusahaan dan investor mempertimbangkan bagaimana tarif dasar yang lebih tinggi dan ketidakpastian seputar tenggat waktu AS pada 1 Agustus dapat menghambat pertumbuhan dan margin keuntungan.

Selain itu, Presiden AS Donald Trump meningkatkan ketegangan geopolitik dengan mengurangi tenggat waktu bagi Rusia untuk mencapai kemajuan dalam mengakhiri perang di Ukraina menjadi hanya 10 atau 12 hari.

Ia memperingatkan sanksi jika Rusia gagal merespons, yang memicu kekhawatiran tentang gangguan aliran minyak Rusia dan pengetatan ekspektasi pasokan.

Pasar juga mencermati keputusan kebijakan bank sentral utama. Federal Reserve AS memulai pertemuan dua hari pada hari Selasa.

Investor memperkirakan tidak ada perubahan suku bunga minggu ini, tetapi menantikan panduan terbaru mengenai inflasi dan apakah penurunan suku bunga akan menyusul di kemudian hari

Pasar memperkirakan bank sentral akan menawarkan prakiraan ekonomi yang kurang pesimistis menyusul perjanjian perdagangan minggu lalu dengan AS, yang mengindikasikan kenaikan suku bunga dapat dilanjutkan akhir tahun ini.

Dari sisi internal, Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat realisasi investasi RI pada kuartal II-2025 mencapai Rp477,7 triliun. Capaian realisasi ini tumbuh 11,5% dibandingkan periode yang sama tahun lalu (year on year/YoY).

Capaian investasi tersebut setara 25,1% dari target investasi nasional tahun 2025 yang sebesar Rp1.905,6 triliun.

Selain itu, Investasi ini juga berhasil menyerap 665.764 tenaga kerja. Penyerapan tenaga kerja yang terjadi dari hasil investasi yang masuk di kuartal II-2025 ini adalah 665.764 orang.

Dari total realisasi tersebut, Penanaman Modal Asing (PMA) tercatat sebesar Rp202,2 triliun atau 42,3% dari total, sementara Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) mencapai Rp275,5 triliun atau 57,7%.

BKPM juga mencatat bahwa investasi di luar Pulau Jawa mendominasi dengan nilai Rp240,2 triliun atau 50,3% dari total, sedangkan investasi di Pulau Jawa sebesar Rp237,5 triliun atau 49,7%.

Capaian realisasi investasi tersebut masih di bawah 50% dari target yang ditetapkan Presiden Prabowo. Untuk diketahui, Presiden Prabowo Subianto menargetkan total investasi baru tahun ini mencapai Rp 1.905,6 triliun.

Angka tersebut naik 15,49% dari target pemerintahan sebelumnya senilai Rp 1.650 triliun. Adapun investasi dari dalam negeri mendominasi sebesar 54,1% atau senilai Rp 510,3 triliun.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
Reporter
M. Rahman
Yosi Winosa