Negosiasi Tarif Trump di Eropa Berjalan Mulus, Rupiah Tertekan ke Level Rp16.320

AKURAT.CO Rupiah ditutup melemah 25 poin (0,15%) ke Rp16.320 pada perdagangan akhir pekan, Jumat (25/7/2025) usai sejumlah sentimen eksternal dan internal.
Menurut Pengamat Mata Uang dan Komoditas, Ibrahim Assuaibi, pelemahan rupiah terjadi seiring sinyal penyelesaian perjanjian dagang AS-Uni Eropa dengan tarif 15%, menggantikan rencana tarif 30%.
India juga optimistis menghindari tarif 26% melalui kesepakatan dengan AS. Sentimen pasar membaik sejak kesepakatan dagang AS-Jepang diumumkan, dan ekspektasi makin tinggi bahwa negara lain bisa mengikuti," kata Ibrahim dalam keterangannya, Jumat (25/7/2025).
Baca Juga: Ketidakpastian Global dan Minimnya Belanja Pemerintah Tekan Rupiah ke Level Rp16.323
Namun, ketegangan muncul setelah Presiden Trump mengkritik proyek renovasi kantor pusat The Fed, yang menimbulkan kekhawatiran baru soal independensi bank sentral AS.
Pasar kini menantikan data Pesanan Barang Tahan Lama AS malam ini dan keputusan suku bunga The Fed pekan depan. The Fed diperkirakan akan mempertahankan suku bunga.
Dari dalam negeri, pemerintah tetap yakin target pertumbuhan ekonomi 5,2% masih realistis, dengan dukungan belanja APBN, peningkatan impor barang modal, dan konsumsi yang mulai membaik.
Sebelumnya Gubernur BI, Perry Warjiyo mengatakan permintaan domestik mulai mengalami perbaikan. Hal ini juga didukung oleh tetap positifnya kinerja ekspor sejalan dengan hasil perundingan tarif dengan Pemerintah AS.
Berbagai respons bauran kebijakan Pemerintah dan Bank Indonesia juga meningkatkan keyakinan pelaku ekonomi yang pada akhirnya akan mendorong kegiatan ekonomi.
"Stimulus fiskal ditempuh Pemerintah untuk perlindungan sosial dan implementasi program-program unggulan dalam Asta Cita," ujarnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 2Putin Nyatakan Rusia Siap Perang dengan Eropa Meskipun Tidak Menginginkannya
- 3Pemimpin Oposisi Israel Berjanji akan Mengganti Pemerintahan Netanyahu setelah Pemilu
- 44 Link CCTV Jakarta Hari Ini, 28 Oktober 2026: Pantau Situasi Demo di Bundaran HI!
- 5Viking Sebut Terduga Pembunuh ARK Bukan Pendukung Persija, Terindikasi Kelompok Suporter Klub Lain
- 6Luhut soal Polemik Ekspor Gas: Ngapain Berkelahi dengan Singapura?
- 7Pentagon Minta Negara NATO Redam Pernyataan Mengancam Rusia, Ada Apa?
- 8Kalender Jawa 29 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Wage Dikenal Punya Cita-Cita Tinggi
- 9Geledah Kantor PT IPPS, Kejagung Sita Ponsel dan Temukan Akses Ruangan Rahasia
- 10KPK Geledah Kantor Bea Cukai Semarang dan Kanwil Jateng, Sita Uang Tunai









