Akurat

Tarif Trump Kerek Inflasi? The Fed: Cuma Sebentar

Demi Ermansyah | 15 April 2025, 14:39 WIB
Tarif Trump Kerek Inflasi? The Fed: Cuma Sebentar

AKURAT.CO Kebijakan tarif yang digulirkan Donald Trump bisa jadi salah satu guncangan ekonomi terbesar dalam beberapa dekade terakhir buat Amerika Serikat. 

Akan tetapi, menurut Deputi Gubernur Federal Reserve (The Fed), Christopher Waller, dampaknya ke inflasi mungkin enggak akan bertahan lama.
 
Dikutip dari laman Reuters, Selasa (15/04/2025), Waller menegaskan bahwa tarif tersebut memang akan membuat situasi ekonomi menjadi tidak pasti. 
 
Akan tetapi, dirinya juga membuka peluang buat The Fed akan menurunkan suku bunga acuan yang cukup berbeda dari sikap beberapa pejabat lain yang khawatir tarif justru bisa bikin inflasi makin menggila.
 
“Kalau inflasinya ternyata cuma lonjakan sementara, saya bisa abaikan dan tetap fokus ke tren dasarnya. Intinya, selama masyarakat AS nggak panik dan ekspektasi harga tetap stabil, lonjakan harga akibat tarif bisa dianggap hanya lewat sebentar," ucapnya. 
 
 
Seperti yang diketahui, Trump sebelumnya mengumumkan tarif besar-besaran untuk seluruh mitra dagang AS. China menjadi salah satu negara yang terkena imbas paling parah, dengan beban tarif lebih dari 100%.
 
Bahkan, Trump sempat memberikan jeda 90 hari untuk penerapan tarif balasan, meski dirinya tetap pasang tarif dasar global 10%.
 
Oleh karena itu Waller menegaskan, lonjakan inflasi bisa saja mendekati 5% di skenario paling berat, meski nantinya di tahun 2026 akan turun kembali. 
 
"Namun, apabila ekonomi AS jadi melambat parah sampai ke resesi, The Fed bisa ambil langkah cepat, pangkas suku bunga dengan lebih agresif. Risiko resesi lebih serius ketimbang inflasi sementara,” tegasnya.
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.