Akurat Logo

Cuekin Tarif Trump, Ekspor China Kian Melejit

Demi Ermansyah | 14 April 2025, 15:55 WIB
Cuekin Tarif Trump, Ekspor China Kian Melejit

AKURAT.CO Menjelang pemberlakuan tarif besar-besaran dari Amerika Serikat (AS), ekspor China melonjak signifikan pada Maret 2025, terutama ke Asia Tenggara.

Ekspor China mencatat lonjakan tajam sebesar 12,4% pada Maret 2025 dibandingkan tahun sebelumnya, membalikkan penurunan 3% yang terjadi pada Februari.

Kinerja tersebut melampaui seluruh estimasi yang memperkirakan kenaikan rata-rata hanya 4,6%.

Dikutip dari laman Bloomberg, data yang dirilis oleh otoritas bea cukai China pada Senin (14/4/2025) lalu menunjukkan bahwa kenaikan ekspor menjelang penerapan tarif lebih dari 100% oleh pemerintah AS.

Baca Juga: Negosiasi Tarif Trump, 3 Menteri Prabowo Bakal Terbang ke AS

Sehingga kebijakan tersebut memicu banyak perusahaan untuk mempercepat pengiriman atau Frontloading order ke luar negeri sebelum bea masuk baru diberlakukan bulan ini.

Menariknya, kawasan Asia Tenggara menjadi tujuan utama ekspor China, dengan nilai pengiriman ke wilayah tersebut mencapai rekor tertinggi kedua sepanjang sejarah.

Ekspor ke Vietnam dan Thailand bahkan mencetak rekor baru. Di sisi lain, penjualan ke Amerika Serikat melonjak 44% dari bulan sebelumnya dan tumbuh hampir 9% dari tahun lalu.

Namun, di tengah lonjakan ekspor, impor China justru turun 4,3%. Ini menunjukkan melemahnya permintaan domestik, yang menjadi sinyal kekhawatiran atas daya beli masyarakat dan prospek ekonomi domestik.

Menurut Bloomberg Economics, peningkatan ekspor bulan lalu belum mencerminkan dampak penuh dari perang dagang yang semakin memanas.

Baca Juga: Hadapi Tarif Trump, Airlangga: RI Bakal Beli Barang dari AS Sesuai Kebutuhan

“Pembeli AS kemungkinan besar mempercepat pengiriman sebelum tarif baru mulai berlaku,” ujar Ekonom Bloomberg, David Qu.

Pertumbuhan ekonomi kuartal pertama China yang akan diumumkan pada Rabu (16/4/2025) diperkirakan berada di angka 5,2%.

"Namun, tekanan dari kebijakan tarif AS diperkirakan akan mulai terasa pada kuartal kedua," katanya. 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.