Perkuat Kedaulatan Pangan, PIK 2 Bangun Ekosistem Peternakan Bebek Terintegrasi

AKURAT.CO Program ketahanan pangan yang digagas CSR PIK 2 bersama Tsabbit Farm di Desa Babakan Asem, Kecamatan Teluknaga, Tangerang, menjadi bagian dari strategi jangka panjang membangun kemandirian pangan berbasis komunitas.
Program ini tidak hanya berfokus pada budidaya, tetapi dirancang sebagai ekosistem peternakan bebek yang terintegrasi dan berstandar.
Skema pengembangannya meliputi penyediaan bibit unggul Day Old Duck (DOD), penerapan sistem pemeliharaan terstandarisasi, serta pendampingan berkelanjutan bagi masyarakat sekitar.
Pendekatan ini menempatkan kualitas, produktivitas, dan keberlanjutan sebagai fondasi utama pengembangan usaha.
Perwakilan Agung Sedayu Group (ASG) untuk Indonesia sekaligus CSR PIK 2, Ela, menegaskan bahwa inisiatif tersebut merupakan bentuk konkret tanggung jawab sosial perusahaan dalam mendukung ketahanan pangan lokal.
“Melalui program ketahanan pangan, CSR PIK2 hadir mendukung Tsabbit Farm membangun ekosistem peternakan bebek yang terintegrasi. Bukan sekadar budidaya, kami memastikan standar kualitas terjaga mulai dari penyediaan bibit unggul (Day Old Duck/DOD), proses pemeliharaan yang terstandarisasi, hingga pendampingan berkelanjutan bagi masyarakat sekitar,” ujar Ela.
Baca Juga: PBB: Israel Tutup Seluruh Perbatasan Gaza, Distribusi Bantuan Kemanusiaan Terhenti
Ia menambahkan, langkah ini menjadi wujud nyata komitmen perusahaan dalam menciptakan kemandirian ekonomi masyarakat sekaligus memperkuat kedaulatan pangan.
Model pengelolaan sistematis yang diterapkan Tsabbit Farm juga menarik perhatian kalangan akademisi.
Ketua KKN Universitas Ahmad Dahlan, Yudha Himawan, menyampaikan ketertarikannya mempelajari sistem budidaya tersebut, khususnya dalam pengembangan peternakan bebek petelur.
“Kami tertarik mempelajari bagaimana pengelolaan peternakan dilakukan secara terintegrasi, mulai dari manajemen bibit hingga standar operasional pemeliharaan. Ini sangat relevan untuk pengembangan program pemberdayaan mahasiswa KKN di bidang peternakan,” kata Yudha.
Menurutnya, kolaborasi antara dunia usaha dan perguruan tinggi membuka ruang transfer pengetahuan yang lebih luas.
Dengan sistem yang terukur dan berbasis standar, pengembangan peternakan bebek dinilai berpotensi menjadi model pemberdayaan ekonomi yang berkelanjutan dan dapat direplikasi di wilayah lain.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Denmark Terbuka: Kena Kartu Merah di Semifinal, Fajar/Fikri Minta Peraturan Baru Time Clock Ditinjau Ulang
- 2Tumbang Lawan Lazio, Juventus Mulai Pertimbangkan Depak Luciano Spalletti dan Bidik Antonio Conte
- 3Prediksi Skor PSG vs Barcelona, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 4Polemik Ijazah Gibran Memanas, Hasan Nasbi Ungkap Sikap Pemerintah
- 5Kalender Jawa 19 Oktober 2026: Watak Weton Senin Wage Dikenal Jujur dan Tenang
- 6Djarot Pilih Hak Menyatakan Pendapat soal Ijazah Gibran, Kenapa Bukan Hak Angket?
- 7Jalur Alternatif Demo Jakarta Hari Ini 20 Oktober 2026, Cek Rute Pengalihan Arus!
- 8Demo Hari Ini 20 Oktober 2026: Apa Saja 5 Tuntutan yang Dibawa Mahasiswa?
- 9Greenpeace Bentangkan Spanduk di Bundaran HI, Pemerintah Hormati Kebebasan Berpendapat
- 10Polemik Ijazah Gibran, Prabowo Disarankan Ambil Langkah Taktis Ini Demi Cegah Indonesia Rusuh Seperti Eropa









