Pemerintah Tebar Banyak Diskon Saat Mudik Lebaran 2025, Ini Kata Menkeu
Demi Ermansyah | 1 Maret 2025, 16:19 WIB

AKURAT.CO Mudik Lebaran 2025 dikabarkan akan lebih ramah di kantong, sebab saat ini pemerintah telah menyiapkan berbagai insentif untuk mengurangi biaya perjalanan, mulai dari diskon tiket pesawat, potongan tarif tol, hingga program mudik gratis bagi ribuan pemudik.
Bagi yang berencana mudik dengan pesawat, ada kabar baik! Pemerintah resmi memberikan insentif berupa pemotongan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) pada tiket pesawat ekonomi domestik.
Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati menjelaskan, insentif ini tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No. 18 Tahun 2025. Dengan hadirnya kebijakan tersebut, lanjut Srimul, PPN yang biasanya 11% kini dipangkas 6%, sehingga masyarakat hanya perlu membayar pajak 5%.
"Langkah ini diambil agar harga tiket pesawat bisa lebih terjangkau, terutama di musim mudik Lebaran," ujar Sri Mulyani dalam konferensi pers di Bandara Soekarno-Hatta, Sabtu (1/3/2025).
Baca Juga: Tak Hanya Tiket Pesawat, Pemerintah Juga Beri Diskon Tol 20 Persen Selama Mudik Lebaran 2025
Dengan adanya insentif ini, tambahnya, harga tiket pesawat ekonomi domestik diperkirakan turun sekitar 13%-14%. Diskon ini berlaku untuk tiket yang dibeli antara 1 Maret hingga 7 April 2025, dengan jadwal penerbangan antara 24 Maret hingga 7 April 2025.
Sedangkan untuk para pemudik lewat jalur darat, papar Srimul, pihaknya juga memberikan diskon tarif tol sebesar 20% selama masa mudik Lebaran. Kebijakan ini bertujuan untuk mengurai kemacetan di puncak arus mudik.
Selain itu, ada program mudik gratis bagi 10.000 pemudik yang menggunakan bus dan kapal laut. Program ini disiapkan agar masyarakat yang ingin pulang ke kampung halaman bisa mudik dengan lebih hemat dan aman.
Dalam kesempatan yang sama, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengatakan bahwa pemerintah ingin memastikan kelancaran arus mudik tahun ini.
"Akan ada tambahan penerbangan, kereta api, dan pelabuhan yang dipersiapkan lebih baik. Kita juga sediakan posko terpadu berbasis data agar pemudik bisa mendapatkan informasi real-time," kata AHY.
Selain insentif transportasi, pemerintah juga menerapkan kebijakan Flexible Working Arrangement (FWA) atau Work From Anywhere (WFA). Dengan kebijakan ini, pekerja yang bisa bekerja dari jarak jauh diharapkan sudah mulai bekerja dari rumah sejak H-7 Lebaran.
"Kebijakan ini disesuaikan dengan libur sekolah dan Idul Fitri yang berdekatan dengan Hari Raya Nyepi, sehingga bisa mengurangi kepadatan di jalan," tambah AHY.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










