Akurat Logo

Rupiah Anjlok 113 Poin ke Rp15.826 Jelang Rilis Data PDB AS Nanti Malam

M. Rahman | 25 Januari 2024, 16:28 WIB
Rupiah Anjlok 113 Poin ke Rp15.826 Jelang Rilis Data PDB AS Nanti Malam

AKURAT.CO Rupiah ditutup melemah 113 Poin ke Rp15.826 pada perdagangan Kamis, 25 Januari 2024 jelang rilis data PDB AS nanti malam.

Pengamat Pasar Uang dan Direktur PT Laba Forexindo Berjangka, Ibrahim Assuaibi mengatakan rupiah ditekan sentimen eksternal dan internal. 

Dari eksternal, fokus pasar kini beralih ke data utama PDB kuartal keempat yang akan dirilis pada hari Kamis, yang diperkirakan menunjukkan penurunan pertumbuhan. Namun perekonomian AS juga diperkirakan akan tetap unggul dibandingkan negara-negara maju.

Baca Juga: Rupiah Merosot 76 Poin ke Rp15.713 Jelang Rilis Data PMI AS Nanti Malam

Sementara data indeks harga PCE , alat pengukur inflasi pilihan The Fed juga akan dirilis pada hari Jumat, dan kemungkinan akan menunjukkan inflasi tetap stabil di bulan Desember.

"Ketahanan perekonomian AS dan inflasi yang tinggi memberi The Fed lebih banyak ruang untuk mempertahankan suku bunga lebih tinggi dalam jangka waktu yang lebih lama, sebuah peringatan yang disuarakan oleh beberapa pejabat The Fed pada awal bulan Januari," ujar Ibrahim dikutip Kamis (25/1/2024).

Peringatan mereka, ditambah dengan inflasi yang kuat dan pembacaan pasar tenaga kerja, membuat para pedagang terus melepaskan spekulasi bahwa The Fed akan mulai menurunkan suku bunganya paling lambat pada bulan Maret 2024.

Di Asia, Bank Rakyat China (PBoC) secara tak terduga memangkas rasio persyaratan cadangan (RRR) untuk bank-bank lokal, yang diperkirakan akan mengeluarkan hampir USD140 miliar liquiditas ke dalam perekonomian.

RRR menentukan jumlah cadangan modal yang perlu dimiliki oleh bank-bank China, dan pemotongan tersebut kini akan memberikan lebih banyak likuiditas untuk disuntikkan ke dalam perekonomian.

PBoC juga menandai lebih banyak langkah yang akan dilakukan untuk membantu menopang pertumbuhan ekonomi, yang merupakan tanda paling jelas sejauh ini bahwa Beijing berencana untuk mengerahkan lebih banyak stimulus.

Sinyal tersebut membantu pasar Tiongkok bangkit dari posisi terendah dalam beberapa tahun, setelah melemahnya pertumbuhan ekonomi yang mendorong arus keluar modal besar-besaran dari pasar regional.

Sentimen Internal Rupiah

Dari internal, sentimen masih didominasi data Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) yang mencatat realisasi investasi Indonesia di kuartal IV-2023 sebesar Rp365,8 triliun, tumbuh 16,2% secara yoy. Dengan penyerapan tenaga kerja sebanyak 457.895 orang.

Realisasi investasi tersebut terdiri atas Penanaman Modal Asing (PMA) mencapai Rp184,4 triliun atau 50,4% dari total investasi kuartal IV-2023 dan naik 5,3% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Selanjutnya, realisasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp181,4 triliun atau 49,6% dari total investasi di kuartal IV-2023. Angka tersebut naik 29,9% dibandingkan tahun sebelumnya.

Sedangkan, investasi antara Pulau Jawa dan luar Pulau Jawa berimbang. Secara rinci, luar Pulau Jawa memiliki porsi investasi mencapai 50,6% atau setara Rp185 triliun pada kuartal IV-2023. Angka tersebut naik 12,7% secara tahunan (yoy).

Sementara itu, investasi di Pulau Jawa sebesar Rp180,8 triliun, tumbuh 20,1% yoy. Realisasi tersebut setara dengan 49,4% dari total investasi kuartal IV-2023.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
Reporter
M. Rahman
Yosi Winosa