7 Cara Efektif Menghilangkan Rasa Iri dan Dengki terhadap Orang Lain

AKURAT.CO Rasa iri sering kali hadir tanpa disadari. Dia muncul diam-diam ketika seseorang melihat keberhasilan, kebahagiaan, atau pencapaian orang lain yang terasa lebih baik dibanding dirinya.
Dalam kehidupan sehari-hari, perasaan ini bisa dialami siapa saja, baik di lingkungan pertemanan, dunia kerja, maupun keluarga.
Meski terkesan wajar sebagai emosi manusia, rasa iri yang dibiarkan berlarut-larut dapat memengaruhi kesehatan mental, hubungan sosial, hingga kepercayaan diri seseorang.
Fenomena ini semakin mudah muncul di era media sosial, ketika kehidupan orang lain tampak begitu sempurna melalui unggahan yang beredar setiap hari.
Lalu, bagaimana sebenarnya cara mengatasi rasa iri terhadap orang lain? Mengapa perasaan ini muncul, dan apa yang bisa dilakukan agar tidak berkembang menjadi emosi negatif yang merugikan diri sendiri?
Baca Juga: Ammar Zoni Alami Kekerasan di Lapas? Penyidik Polisi Bantah Tuduhan
Mengapa Rasa Iri Bisa Muncul?
Rasa iri pada dasarnya merupakan reaksi emosional yang timbul ketika seseorang merasa dirinya berada dalam posisi yang kurang menguntungkan dibanding orang lain. Perasaan ini biasanya muncul ketika seseorang melihat orang lain memiliki sesuatu yang diinginkan, seperti karier yang sukses, hubungan yang harmonis, prestasi akademik, hingga kondisi finansial yang lebih baik.
Secara psikologis, rasa iri sering berkaitan dengan perbandingan sosial. Ketika seseorang terus membandingkan pencapaian hidupnya dengan orang lain, muncul perasaan tidak puas terhadap diri sendiri.
Selain itu, rasa kurang percaya diri, pengalaman kegagalan, tekanan lingkungan, hingga standar kesuksesan yang terlalu tinggi juga dapat memicu munculnya rasa iri.
Dalam beberapa kasus, iri hati tidak hanya menimbulkan rasa sedih atau kecewa, tetapi juga bisa berkembang menjadi keinginan untuk menjatuhkan atau meremehkan orang lain.
Jika kondisi ini dibiarkan, dampaknya dapat merusak hubungan sosial serta menghambat perkembangan diri.
Siapa Saja yang Rentan Mengalami Rasa Iri?
Rasa iri tidak mengenal usia, profesi, maupun latar belakang. Pelajar bisa merasa iri terhadap teman yang berprestasi, pekerja merasa iri terhadap rekan kerja yang mendapatkan promosi, bahkan dalam hubungan sosial, seseorang dapat merasa iri terhadap kebahagiaan orang lain.
Lingkungan yang kompetitif, tekanan sosial, serta budaya yang menilai keberhasilan berdasarkan pencapaian materi sering membuat seseorang lebih mudah membandingkan diri.
Terlebih lagi, paparan kehidupan orang lain melalui media sosial sering menampilkan sisi terbaik tanpa memperlihatkan perjuangan di baliknya, sehingga memicu persepsi yang tidak realistis.
Kapan Rasa Iri Menjadi Masalah?
Rasa iri sebenarnya masih tergolong wajar jika muncul sesekali dan mampu dikendalikan. Namun, perasaan ini menjadi masalah ketika mulai memengaruhi pola pikir, emosi, dan perilaku seseorang secara negatif.
Tanda-tandanya dapat berupa perasaan tidak pernah puas, sulit merasa bahagia atas keberhasilan orang lain, hingga kehilangan motivasi untuk berkembang.
Jika rasa iri berubah menjadi kebencian, kecemburuan berlebihan, atau keinginan untuk merugikan orang lain, kondisi tersebut dapat berdampak pada kesehatan mental dan hubungan sosial.
Dalam jangka panjang, rasa iri yang tidak diatasi juga bisa menurunkan rasa percaya diri dan membuat seseorang terjebak dalam perasaan tidak berharga.
Baca Juga: Dipicu Rasa Iri, Seorang Pemuda Bunuh Sepupunya
Bagaimana Cara Mengatasi Rasa Iri terhadap Orang Lain?
Mengelola rasa iri bukan berarti menolak perasaan tersebut, melainkan memahami dan mengarahkannya menjadi motivasi positif.
Ada beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk mengatasi rasa iri secara sehat.
1. Mengakui Perasaan yang Muncul
Langkah pertama yang sering diabaikan adalah mengakui bahwa rasa iri memang ada. Banyak orang mencoba menutupi atau menyangkal perasaan ini, padahal pengakuan terhadap emosi menjadi awal penting untuk mengendalikannya.
Dengan menyadari perasaan iri, seseorang dapat lebih mudah memahami penyebabnya dan mencari cara untuk mengatasinya.
2. Fokus pada Perjalanan Diri Sendiri
Setiap individu memiliki perjalanan hidup yang berbeda. Membandingkan diri dengan orang lain sering kali membuat seseorang lupa melihat perkembangan dirinya sendiri.
Dengan memusatkan perhatian pada tujuan, kemampuan, dan pencapaian pribadi, seseorang dapat membangun rasa percaya diri yang lebih stabil.
Menetapkan target yang realistis dan sesuai dengan kemampuan diri juga membantu seseorang merasa lebih terarah dan tidak mudah terpengaruh oleh pencapaian orang lain.
3. Mengubah Cara Pandang terhadap Kesuksesan Orang Lain
Alih-alih melihat keberhasilan orang lain sebagai ancaman, seseorang dapat menjadikannya sebagai inspirasi.
Memahami bahwa setiap keberhasilan biasanya melalui proses panjang dapat membantu mengurangi rasa iri.
Cara pandang ini membuat seseorang lebih fokus pada usaha yang perlu dilakukan daripada sekadar melihat hasil akhir.
4. Melatih Rasa Syukur
Rasa syukur menjadi salah satu cara efektif untuk mengurangi perasaan iri. Dengan menyadari hal-hal baik yang telah dimiliki, seseorang dapat mengurangi kecenderungan membandingkan diri dengan orang lain.
Melatih rasa syukur juga membantu membangun pandangan hidup yang lebih positif dan menenangkan.
5. Membatasi Perbandingan di Media Sosial
Paparan kehidupan orang lain melalui media sosial sering menjadi pemicu rasa iri. Membatasi waktu penggunaan media sosial atau menyaring konten yang dikonsumsi dapat membantu menjaga kesehatan mental.
Penting untuk diingat bahwa apa yang terlihat di media sosial tidak selalu mencerminkan kehidupan seseorang secara utuh.
6. Mengembangkan Potensi Diri
Mengalihkan perhatian pada pengembangan diri dapat menjadi cara efektif mengatasi rasa iri.
Mengikuti pelatihan, menekuni hobi, atau meningkatkan keterampilan baru dapat membantu seseorang merasa lebih percaya diri dan memiliki tujuan hidup yang jelas.
7. Menjaga Lingkungan Sosial yang Positif
Lingkungan pertemanan yang suportif dapat membantu seseorang mengelola emosi dengan lebih baik.
Berinteraksi dengan orang-orang yang memberikan motivasi dan dukungan membuat seseorang lebih mudah melihat keberhasilan orang lain sebagai hal yang positif.
Apa Dampak Positif Jika Rasa Iri Bisa Dikendalikan?
Ketika seseorang mampu mengelola rasa iri dengan baik, perasaan tersebut justru bisa menjadi dorongan untuk berkembang.
Rasa iri yang diubah menjadi motivasi dapat membantu seseorang meningkatkan kemampuan, memperbaiki kualitas hidup, dan membangun hubungan sosial yang lebih sehat.
Selain itu, kemampuan mengendalikan emosi juga membantu seseorang memiliki ketenangan batin dan pandangan hidup yang lebih seimbang. Hal ini membuat seseorang lebih mudah menghargai diri sendiri tanpa harus merasa kalah dari orang lain.
Mengapa Penting Mengelola Rasa Iri Sejak Dini?
Rasa iri merupakan emosi yang manusiawi dan dapat dialami siapa saja. Namun, perasaan ini perlu dikelola dengan bijak agar tidak berkembang menjadi emosi negatif yang merugikan.
Dengan memahami penyebabnya, mengubah sudut pandang, melatih rasa syukur, serta fokus pada pengembangan diri, rasa iri dapat diarahkan menjadi dorongan untuk berkembang.
Mengelola rasa iri sejak dini membantu seseorang membangun kepribadian yang lebih matang secara emosional.
Kemampuan memahami dan mengendalikan emosi menjadi bekal penting dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan, baik dalam dunia pendidikan, pekerjaan, maupun hubungan sosial.
Tanpa pengelolaan yang baik, rasa iri dapat berkembang menjadi kebiasaan membandingkan diri secara berlebihan yang berpotensi menghambat kebahagiaan seseorang.
Mengatasi rasa iri bukan tentang menyaingi orang lain, melainkan tentang memahami dan menerima perjalanan hidup diri sendiri.
Ketika seseorang mampu berdamai dengan dirinya, kebahagiaan tidak lagi ditentukan oleh pencapaian orang lain, melainkan oleh kemampuan menghargai proses dan usaha yang dijalani.
Mutiara MY (Magang)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









