Apa Itu Stashing? Fenomena Hubungan yang Diam-Diam Menyakitkan

AKURAT.CO Bagi kalangan anak muda, berbagai istilah baru dalam dunia percintaan tentu sudah tidak asing lagi. Mulai dari ghosting, breadcrumbing, hingga stashing kerap digunakan untuk menggambarkan perilaku tertentu dalam hubungan.
Namun, apa sebenarnya stashing dan mengapa istilah ini mulai ramai diperbincangkan? Berikut penjelasannya.
Mengenal Stashing dalam Hubungan
Stashing merupakan istilah yang merujuk pada perilaku seseorang yang sengaja menyembunyikan pasangannya dari lingkungan sekitar, baik dari teman, keluarga, maupun publik.
Pelaku stashing biasanya enggan memamerkan hubungan di media sosial, jarang mengajak pasangan bertemu orang-orang terdekat, bahkan tidak memperkenalkan pasangannya kepada keluarga.
Perilaku ini kerap muncul dalam hubungan yang masih muda, namun bisa menjadi tanda bahwa salah satu pihak belum siap berkomitmen atau belum menganggap hubungan tersebut serius.
Dampaknya, pasangan yang “disembunyikan” dapat merasa ragu, tidak dihargai, hingga kehilangan rasa percaya diri.
Baca Juga: Meta Uji Langganan Premium di Instagram, Facebook dan WhatsApp dengan Fitur AI Eksklusif
Ciri-Ciri Stashing dalam Hubungan
Ada beberapa tanda yang bisa mengindikasikan pasangan melakukan stashing, antara lain:
1. Tidak Pernah Menunjukkan Hubungan di Media Sosial
Pasangan yang nyaman dan bangga dengan hubungannya umumnya tidak ragu menunjukkan kebersamaan, meski hanya sekadar unggahan sederhana.
Jika pasangan aktif di media sosial tetapi sama sekali tidak pernah menampilkan keberadaanmu, hal ini patut dicermati. Meski demikian, tetap pertimbangkan alasan pribadinya, karena tidak semua orang nyaman mengekspos hubungan.
2. Belum Pernah Diperkenalkan ke Teman atau Keluarga
Jika hubungan sudah berjalan cukup lama namun kamu tak kunjung dikenalkan kepada orang terdekatnya, hal ini bisa menjadi tanda peringatan. Orang yang menganggap hubungan serius biasanya ingin lingkaran terdekatnya mengenal pasangannya.
3. Marah Saat Hubungan Dipertanyakan
Reaksi berlebihan atau kemarahan ketika kamu menanyakan status hubungan dapat menjadi sinyal adanya masalah. Tak jarang, pelaku stashing bersikap defensif atau justru membalikkan keadaan hingga membuat pasangannya merasa bersalah.
4. Menutup-nutupi Masa Lalu
Pelaku stashing sering kali enggan berbagi cerita personal, termasuk soal keluarga atau pengalaman hidup. Informasi yang diberikan cenderung terbatas dan tidak mendalam, sehingga menimbulkan jarak emosional.
Cara Menghadapi Pasangan yang Melakukan Stashing
Menyadari bahwa pasangan menyembunyikan hubungan tentu bukan hal yang mudah. Perasaan bingung, kecewa, hingga tidak dihargai kerap muncul. Namun, penting untuk tetap bersikap tenang dan tidak langsung mengambil kesimpulan.
Berikut beberapa langkah yang bisa dilakukan:
Baca Juga: Mengenal Sistem Tata Surya dan Karakteristiknya: Panduan Lengkap dari Matahari hingga Awan Oort
1. Bicarakan Perasaan Secara Jujur
Sampaikan perasaan dengan tenang tanpa menyalahkan. Jelaskan bahwa kamu merasa tidak nyaman jika hubungan terus disembunyikan.
2. Cari Tahu Alasannya
Dengarkan alasan pasangan. Bisa jadi ia memiliki trauma masa lalu, belum siap secara mental, atau ingin menjaga privasi. Memahami latar belakangnya akan membantumu menilai situasi dengan lebih objektif.
3. Tegaskan Batas dan Harapan
Ungkapkan apa yang kamu harapkan dari hubungan tersebut. Hubungan sehat membutuhkan kesepakatan bersama agar tidak ada pihak yang merasa diabaikan.
4. Minta Dukungan Orang Terdekat
Berbagi cerita dengan teman atau orang terpercaya bisa membantu mendapatkan sudut pandang baru dan memperkuat keputusan yang akan diambil.
5. Pertimbangkan Kembali Hubungan
Jika tidak ada perubahan meski sudah dibicarakan, kamu perlu mengevaluasi apakah hubungan tersebut layak dipertahankan. Hubungan yang sehat seharusnya membuatmu merasa aman dan dihargai.
Kesimpulan
Hubungan yang sehat dibangun atas keterbukaan, kepercayaan, dan rasa saling menghargai. Kamu berhak berada dalam hubungan yang diakui, bukan disembunyikan.
Jika stashing terus terjadi tanpa kejelasan, penting untuk memprioritaskan kesehatan emosional dan kebahagiaan diri sendiri.
Laporan: Lilis Anggraeni/magang
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









