Akurat

Cinta Ditolak Gebetan? Begini Cara Menghadapi Cinta Ditolak Biar Cepat Move On!

Ratu Tiara | 15 November 2025, 23:26 WIB
Cinta Ditolak Gebetan? Begini Cara Menghadapi Cinta Ditolak Biar Cepat Move On!

AKURAT.CO Mengalami penolakan dalam hubungan asmara termasuk salah satu pengalaman yang paling sulit dihadapi.

Rasa sakit yang muncul akibat penolakan cinta sering terasa lebih berat dibandingkan jenis penolakan lainnya.

Tidak jarang, kita cenderung menyukai atau menginginkan orang yang kurang merasakan hal yang sama terhadap kita. Fenomena ini menunjukkan bahwa ketertarikan pada hal yang tampak tidak bisa dimiliki sering membuat rasa kecewa semakin mendalam.

Saat pertama kali menyadari ditolak, banyak orang merasa sulit berbicara bahkan mengalami gejala fisik seperti mual atau kehilangan nafsu makan.

Dampak emosional dan fisik ini bisa bertahan beberapa minggu, termasuk gangguan tidur, kesulitan berkonsentrasi, atau menurunnya motivasi bekerja.

Walaupun intensitas perasaan negatif akan berangsur berkurang, wajar jika masih ada hari baik dan hari buruk.

Seiring waktu, Anda akan mulai menikmati hidup kembali dan menyadari peluang baru yang menarik.

Baca Juga: Kasus Anggita Sari-Rizky Gilang Perkasa: Cinta Ditolak, Laporan Bertindak

Lalu, bagaimana cara menghadapi penolakan cinta dengan sehat dan dewasa? Berikut beberapa strategi yang bisa diterapkan:

Akui Perasaan Anda

Penolakan cinta pasti menimbulkan gejolak emosional. Langkah pertama adalah menghadapi dan merasakan perasaan tersebut sepenuhnya tanpa mencoba mengalihkan perhatian atau menekan diri sendiri.

Perasaan sedih, kecewa, atau malu adalah bagian dari proses pemulihan. Mengakui emosi yang muncul bukan tanda kelemahan, melainkan langkah penting untuk bisa bangkit.

Jangan Menyalahkan Diri Sendiri

Seringkali orang menganggap penolakan cinta berarti penolakan total terhadap diri mereka. Padahal, alasan ditolak bisa sama sekali tidak terkait dengan kualitas diri sebagai pasangan.

Terima bahwa tidak semua hubungan romantis berhasil, dan beberapa memang tidak seharusnya berlanjut. Hindari terjebak dalam rasa bersalah atau membenci diri sendiri.

Ingatkan Diri Bahwa Ini Sementara

Cobalah untuk menenangkan diri dengan mengingatkan bahwa perasaan sakit ini bersifat sementara. Dengan waktu, pengalaman ini bisa menjadi pelajaran berharga yang membuat Anda lebih kuat dan bijaksana dalam menjalin hubungan di masa depan.

Aktif secara Fisik

Olahraga membantu mengalihkan fokus dari perasaan negatif dan menyehatkan tubuh.

Aktivitas seperti joging, bersepeda, atau mengikuti kelas kebugaran membantu konsentrasi pada tubuh dan momen saat ini, sekaligus meningkatkan suasana hati secara alami.

Baca Juga: Move On, Andrew Andika Kenalkan Kekasih Baru ke Keluarga dan Anak

Alihkan Fokus ke Hal Luar Diri

Daripada terus mengulang-ulang analisis diri atau hubungan yang gagal, arahkan perhatian pada hal-hal eksternal.

Menjadi teman bagi diri sendiri dan menikmati kegiatan di luar diri membantu proses pemulihan.

Pelajari Hal Baru

Menguasai keterampilan baru tidak hanya bermanfaat secara praktis, tetapi juga membantu menyibukkan pikiran dan mengalihkan perhatian dari rasa sakit.

Proses belajar bisa membuka kesempatan baru, termasuk bertemu orang-orang baru dengan minat serupa.

Jelajahi Tempat Baru

Perjalanan ke tempat baru memberikan pengalaman segar dan menghibur. Aktivitas ini membantu mengalihkan perhatian dari pikiran negatif sekaligus menghadirkan kegembiraan baru dalam hidup.

Bertemu Orang Baru

Bertemu orang baru memaksa kita untuk tampil terbaik dan secara alami membangkitkan semangat.

Setiap orang baru membawa cerita unik yang bisa menjadi hiburan sekaligus membuka peluang pertemanan atau pengalaman baru.

Nah, itulah cara menghadapi penolakan cinta dengan sehat dan dewasa.

Mulai dari mengakui perasaan, tidak menyalahkan diri sendiri, hingga aktif secara fisik, belajar hal baru, dan menjelajahi pengalaman baru.

Dengan menerapkan langkah-langkah ini, proses pemulihan akan lebih mudah, dan Anda bisa kembali menikmati hidup serta membuka diri untuk peluang hubungan yang lebih sehat di masa depan.

Nadira Maia Arziki (Magang)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

E
R