Akurat

Kumpulan Kata-kata Galau untuk Jiwa yang Butuh Pelukan

Ratu Tiara | 25 Juni 2025, 19:58 WIB
Kumpulan Kata-kata Galau untuk Jiwa yang Butuh Pelukan

AKURAT.CO Ketika hati terasa penuh, tapi tak bisa mengungkapkan, seringkali kata-kata galau menjadi pelarian. Kumpulan kata-kata galau untuk jiwa yang butuh pelukan bisa menjadi pelampiasan emosimu.

Fenomena kata-kata galau telah menjadi bagian dari budaya digital dan media sosial, terutama di kalangan remaja dan dewasa muda. Banyak dari mereka yang membagikan perasaan sedih atau kecewa lewat tulisan di Instagram, X (Twitter), maupun status WhatsApp.

Baca Juga: Doa Agar Tidak Khawatir Menghadapi Masa Depan, Yang Suka Galau Wajib Baca!

Dilansir dari situs resmi Susan David, Selasa (14/11/2023) “Through that secret, silent correspondence with myself, i learned to sit with all my emotions, both pleasant and unpleasant.” Dalam kalimat ini mempertegas bahwa menuliskan emosi negatif dapat membantu kita memahami dan menerima perasaan, bukan memendamnya.

Berikut adalah kumpulan kata-kata galau yang menyentuh hati, dirangkum khusus untuk kamu yang sedang butuh pelukan:

“Aku sudah mencintaimu dengan cara yang diam-diam. Sayangnya, diam tak pernah cukup untuk membuatmu tinggal.”

“Kamu pergi begitu saja, padahal aku masih menyimpan banyak cerita yang belum sempat disampaikan.”

“Bukan karena kamu pergi, tapi karena kenanganmu tetap tinggal.”

“Ada kalanya kita tidak ditinggalkan, tapi dilupakan secara perlahan.”

“Rasanya seperti rumah yang ditinggalkan pemiliknya: kosong, dingin, dan sunyi.”

“Aku rindu, tapi tidak bisa mengganggu. Aku peduli, tapi harus berpura-pura tak peduli.”

“Malam makin sunyi, dan rinduku makin riuh.”

“Setiap notifikasi kuharap darimu. Tapi tetap saja, hening.”

“Bukan aku tak bisa move on, aku hanya belum siap hidup tanpa bayangmu.”

“Kukira aku cukup. Nyatanya, aku cuma pelarian.”

“Kamu datang membawa harapan, lalu pergi meninggalkan kekosongan.”

“Menyembunyikan kesedihan di balik senyuman itu melelahkan.”

“Orang lain melihat aku kuat, padahal aku cuma terbiasa pura-pura baik-baik saja.”

“Peluk aku, bukan karena aku lemah. Tapi karena aku lelah menjadi kuat.”

“Kalau lelah jadi pilihan, aku ingin jadi seseorang yang kamu pilih untuk dipeluk.”

“Katanya waktu menyembuhkan. Tapi kenapa aku masih luka sampai hari ini?”

“Malam ini, aku tidak butuh nasihat. Aku cuma butuh pelukan.”

Kata-kata ini bukan hanya rangkaian huruf, tapi representasi dari isi hati yang tidak selalu bisa disampaikan langsung.

Baca Juga: Unggah Kata-kata Galau, Baim Wong-Vebby Palwinta Putus?

Jika kamu sedang galau, izinkan kata-kata ini menjadi pelukan hangat yang tak bisa diberikan oleh siapapun. Kecuali dirimu sendiri.

Salsabilla Nur Wahdah (Magang)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

E
R