Akurat

Love Scamming: Pengertian, Ciri-ciri, dan Cara Menghindarinya

Rahmat Ghafur | 19 Juni 2025, 18:45 WIB
Love Scamming: Pengertian, Ciri-ciri, dan Cara Menghindarinya

AKURAT.CO Fenomena love scamming kembali jadi perhatian publik setelah seorang perempuan muda bernama Marfuah ditangkap karena menyamar sebagai pria sukses dan menipu sejumlah wanita karier lewat media sosial.

Modus yang digunakan adalah berpura-pura menjadi pilot profesional demi membangun kedekatan emosional, lalu perlahan meminta uang dengan berbagai alasan.

Baca Juga: Dalami Dugaan Love Scamming Rp87 Juta, Kuasa Hukum Desak Polres Jaksel Tetapkan SA Sebagai Tersangka

Salah satu korban bahkan diketahui merupakan staf media pribadi Presiden Prabowo Subianto, dengan kerugian mencapai Rp48 juta.

Kasus ini menunjukkan bahwa love scamming bukan sekadar urusan cinta semu, melainkan bentuk penipuan serius yang memanfaatkan kepercayaan dan perasaan untuk keuntungan pribadi.

Pengertian Love Scamming

Love scamming atau penipuan cinta adalah jenis penipuan yang terjadi saat pelaku memalsukan identitas dan menjalin hubungan asmara palsu secara daring demi keuntungan finansial.

Para pelaku biasanya menjaring korban lewat aplikasi kencan, media sosial, atau bahkan forum daring.

Modus operansi mereka dengan sangat halus membangun ikatan emosional yang kuat, membuat korban merasa dicintai dan dipercaya, lalu perlahan-lahan memanipulasi korban untuk memberikan bantuan uang dengan berbagai dalih, seperti alasan darurat, masalah keluarga, atau kebutuhan bisnis.

Ciri-Ciri Love Scamming

Agar tidak menjadi korban, penting untuk mengenali beberapa tanda peringatan berikut ini:

1. Cepat Mengungkapkan Perasaan Cinta

Pelaku biasanya mengungkapkan cinta dalam waktu singkat, bahkan sebelum bertemu langsung.

2. Identitas Terlalu “Sempurna”

Mereka sering mengaku memiliki pekerjaan bergengsi seperti tentara, dokter, atau pilot. Semua tampak ideal, tapi sulit diverifikasi.

3. Selalu Gagal Bertemu Langsung

Setiap rencana untuk bertemu langsung selalu dibatalkan karena alasan yang mendesak atau tak masuk akal.

4. Mulai Meminta Uang

Ini adalah tanda terbesar. Setelah kepercayaan terbangun, mereka mulai meminta uang dengan dalih kondisi darurat, tiket pesawat, atau pinjaman sementara.

5. Terlalu Mengontrol dan Manipulatif

Pelaku bisa membuat korban merasa bersalah jika menolak membantu, atau bahkan memberikan ancaman emosional.

Cara Menghindari Love Scamming

Berikut langkah-langkah untuk melindungi diri dari jerat cinta palsu:

- Jangan mudah terbuai rayuan atau pujian manis dari orang asing, apalagi yang belum pernah ditemui secara langsung.

- Gunakan pencarian gambar balik (reverse image search) untuk mengecek keaslian foto profil mereka.

- Tidak ada alasan yang cukup kuat untuk mengirim uang pada seseorang yang hanya dikenal lewat internet.

- Ceritakan hubungan online Anda ke keluarga atau sahabat. Perspektif orang luar bisa membantu menilai apakah ada kejanggalan.

- Jika merasa menjadi korban, segera lapor ke kepolisian atau layanan perlindungan konsumen digital.

Di era digital, cinta memang bisa tumbuh di mana saja, tapi kewaspadaan tetap harus diutamakan.

Love scamming bukan sekadar persoalan patah hati ia bisa menghancurkan secara emosional dan finansial. Jangan sampai kasih sayang dibalas dengan penipuan.

Selalu waspada dan jangan ragu melaporkan jika menemukan tanda-tanda mencurigakan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

R
D