Akurat

Mengenal Love Scamming, Hati-hati Cinta Berkedok Penipuan

| 31 Agustus 2023, 16:30 WIB
Mengenal Love Scamming, Hati-hati Cinta Berkedok Penipuan

AKURAT.CO, Cinta dan hubungan kasih sayang ternyata bisa menjadi ‘penghasilan’ bagi pelaku penipuan love sacmming. Alih-alih mendapatkan jodoh, korban justru kehilangan harta bendanya setelah memercayai perasaan yang dituturkan dengan manis oleh pelaku.

Cinta itu buta. Demikian adanya pepatah untuk orang yang sedang kasmaran menemukan sang pujaan hati. Kata-kata indah pun mendorong korban untuk memercayakan apapun yang ia miliki kepada sang kekasih. Sang korban pun menjadi budak cinta, atau bucin, istilah masa kininya.

Baca Juga: 10 Tips Ampuh Move On Dari Patah Hati, Buat Perasaan Lebih Tenang

Mengenal Love Scamming

Love scamming atau juga dikenal sebagai romance scam adalah jenis penipuan dimana sang penipu mencoba memanipulasi korbannya secara emosional melalui hubungan romantis palsu. Pelaku penipuan acap kali beroperasi melalui platform online, seperti aplikasi kencan, media sosial, atau aplikasi pesan.

Mereka mencari korban yang rentan secara emosional, seperti orang yang sedang mencari cinta atau persahabatan. Para pelaku biasanya sudah mempersiapkan skema untuk menguras harta korban yang ditemuinya lewat media sosial.

Proses love scam biasanya dimulai dengan pelaku yang berpura-pura menjadi seseorang yang tertarik atau jatuh cinta pada korban. Mereka kemudian menggunakan berbagai trik untuk membangun ikatan emosional dengan korban, seperti memberikan perhatian, pujian, atau janji-janji romantis.

Selain membangun ikatan emosional, pelaku love scam juga sering kali menggunakan foto-foto yang menarik dan mengaku sebagai orang yang sukses, baik secara finansial maupun sosial untuk menarik perhatian calon korbannya.

Love scamming termasuk tindak kekerasan secara online yang berpotensi menjadi kekerasan berbasis gender online (KBGO). Biasanya, kasus love scamming berangkat dari aplikasi kencan online atau media sosial.

Kasus penipuan dengan modus love scamming ini semakin banyak seiring perkembangan teknologi. Walaupun ini bukan fenomena yang baru, tetapi hanya sedikit yang mau melaporkan kasusnya.

Ciri-ciri Love Scamming

Love scamming tidak hanya merugikan korban secara finansial saja, tetapi juga emosional mereka. Setelah penipuan terungkap, korban sering kali merasa terluka, malu, dan kehilangan kepercayaan pada orang lain.

Maka dari itu penting bagi siapa pun untuk mengetahui ciri-ciri love scam sehingga dapat berhati-hati saat berinteraksi dengan orang yang belum kita kenal secara pribadi secara langsung dan tidak memberikan informasi pribadi atau keuangan kepada orang yang tidak dapat dipercaya.

Berikut ini beberapa ciri yang bisa jadi mengindikasikan terjadinya fenomena love scam, diantaranya adalah sebagai berikut:

1. Melakukan Pendekatan Secara Online

Love scam umumnya dimulai melalui platform online seperti dating apps, media sosial, atau aplikasi pesan. Penipu akan mengirim pesan kepada korban potensial dengan maksud membangun hubungan. Platform media sosial digunakan penipu karena mereka lebih leluasa untuk menutupi identitas diri sehingga calon korban tidak akan mengetahui identitas asli dari sang penipu.

2. Proses Pendekatan yang Cepat

Penipu akan berusaha mempercepat proses "pedekate" dengan calon korban. Mereka akan mengungkapkan perasaan cinta atau ketertarikan yang kuat dalam waktu singkat setelah memulai komunikasi.

3. Memakai Profil Palsu

Penipu love scam sering kali menggunakan foto-foto menarik dan menciptakan profil palsu yang terlihat meyakinkan. Mereka biasanya mengklaim sebagai pengusaha sukses, punya status sosial yang tinggi, atau latar belakang pendidikan yang cemerlang.

Tujuan menggunakan profil palsu ini adalah supaya pelaku bisa mengelabui calon korbannya sehingga apabila nanti korban melaporkan kasus ini kepada pihak berwajib, maka polisi tidak akan dengan mudah mendapatkan identitas asli pelaku.

Bentuk Love Scamming

Selain love scamming melalui dating apps, berikut beberapa bentuk penipuan lain menurut Australian Competition & Consumer Watch:

  • Mencuri data dan informasi pribadi untuk membobol rekening bank (phising).
  • Penipuan melalui marketplace.
  • Penipuan dengan dalih transfer uang lebih dari jumlah yang ditentukan, kemudian meminta korban mengembalikan kelebihan uang.
  • Lowongan kerja dengan meminta sejumlah uang yang dibayar di muka.
  • Penipuan dengan skema piramida.

Cara Mencegah Love Scamming

Tidak hanya Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) saja yang mencatat perihal kasus love scamming, Direktorat Jenderal Bea Cukai pun mencatat hal yang sama.

Laporan kasus love scam di Ditjen Bea Cukai pada 2022 mencapai 1.783 kasus dengan total kerugian mencapai Rp2,5 miliar.

Oleh karena itu, berikut cara mencegah love scamming menurut Scamwatch Australia:

  • Jangan mengirimkan uang kepada seseorang yang belum pernah ditemui secara langsung.
  • Ambil keputusan dengan logika, hindari mengambil keputusan dengan mengedepankan perasaan.
  • Cek profil orang yang bersangkutan untuk mengetahui kebenarannya.
  • Waspada salah eja dan tata bahasa yang digunakan.
  • Curigai ketika cerita yang disampaikan tidak konsisten.
  • Hati-hati saat akan membagikan foto atau video pribadi.
  • Ajak orang lain ketika akan bertemu dengan seseorang yang kamu kenal melalui media sosial.
  • Jangan memberikan detail rekening, kartu kredit, akun online, dan salinan dokumen pribadi kepada siapapun, terlebih yang tidak kamu kenal atau percayai.
  • Hati-hati dengan informasi pribadi yang dibagikan di media sosial.

Itulah ulasan mengenai apa itu love scamming yang semakin marak terjadi karena semakin bebasnya penggunaan media sosial dan semakin banyaknya orang yang menggunakan dating application yang memungkinkan para penipu ini melancarkan aksinya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.