Akurat

Hindari Love Scamming Dengan Aplikasi Skor Kredit

Sultan Tanjung | 10 November 2023, 18:45 WIB
Hindari Love Scamming Dengan Aplikasi Skor Kredit

AKURAT.CO - Bagi kaum wanita siapa yang tak tertarik dengan pria yang kelihatan glamour dengan pakaian bermerek dan kendaraan mewah.

Ditambah dengan sedikit rayuan maut, banyak wanita yang tenggelam dalam apa yang dinamakan cinta.

Namun kini marak ditemukan, setelah sang wanita terperangkap dalam pelukan sang pria. Sang wanita tersebut kemudian rela menyerahkan apa saja termasuk semua harta benda.

Dan setelah diketahui di belakangan hari, rupanya sang pria tak seperti yang dikira pada awalnya. 

Baca Juga: Mengenal Love Scamming, Hati-hati Cinta Berkedok Penipuan

Semua harta benda ataupun mobil mewah yang ia miliki hanyalah rekayasa dirinya untuk menjebak wanita lugu sepertinya dan banyak wanita lain juga yang jadi mangsa sang pria tersebut.

Hal-hal itu adalah fenomena Love Scamming atau penipuan berkedok asmara yang populer berkat film dokumenter Netflix, The Tinder Swindler.

“Ini adalah konsep penipuan romansa. Ini adalah bentuk rekayasa sosial, di mana penipu menargetkan individu yang mencari persahabatan atau romansa yang kemudian mereka manipulasi. Tujuannya untuk mendapatkan uang atau layanan lain,” terang Supervisory Special Agent Unit Kejahatan Ekonomi FBI David Harding dikutip dari podcast berjudul For The Love of Money yang diunggah di laman www.fbi.gov.

Agent Harding mengatakan pada 2021, ia mendapatkan data kerugian akibat penipuan melalui internet mencapai USD 7 miliar atau kurang lebih Rp106 triliun (dengan kurs USD 1 sama dengan Rp15.200 pada Jumat 17 Februari 2023) di seluruh dunia.

Sedangkan kerugian akibat penipuan terkait romantika mencapai USD 956 juta atau kurang lebih Rp14 triliun (dengan kurs USD 1 sama dengan Rp15.200 pada Jumat 17 Februari 2023).

Artinya, kerugian akibat penipuan terkait romantika mencapai 13 persen dari jumlah total kerugian di internet.

Baca Juga: 5 Ciri Love Scamming, Penipuan Berkedok Cinta Yang Perlu Diwaspadai

Nah ada baiknya, untuk mencegah kamu terperangkap love scamming tersebut selain jangan silau dengan penampilan luar semata, jika ada pria yang mendekatimu dengan flexing atau pamer untuk menarik perhatianmu waspadalah.

Sebagai saran, kamu bisa menggunakan aplikasi pemeriksa skor kredit yang tersedia di Gawaimu.

Ini juga bisa dilakukan jika misalnya kamu sudah mantap menjajaki ke hal yang lebih serius atau menikah.

Baca Juga: Catat, Ini 7 Tahapan Hubungan Toxic, Love Bombing Jadi Yang Pertama

Salah satu aplikasi yang bisa kalian temukan di Web ataupun Google Playstore adalah MyIdScore yang merupakan pengembangan dari versi web IdScore.

Dalam acara launching aplikasi tersebut, MyIdScore Mobile memungkinkan masyarakat untuk memantau semua data pinjaman melalui perangkat mobile dalam satu aplikasi.

Informasi yang ditampilkan aplikasi ini dapat digunakan sebagai indikator awal pengajuan kredit dan mencegah penyalahgunaan data identitas atau fraud.

"Dengan fitur-fitur yang ditawarkan, aplikasi ini membantu debitur mengukur seberapa besar peluang pengajuan kredit disetujui, mencek akurasi data, dan lebih percaya diri dalam menyusun rencana keuangan" ucap Direktur Utama IdScore, Yohanes Arts Abimanyu di sela-sela acara peluncuran aplikasi MyIdScore Mobile pada 10 November 2023 di BEI Tower II, Jakarta.

Namun tak hanya urusan transaksi keuangan seperti pengajuan kredit perbankan, MyIdScore juga bisa digunakan dalam urusan menghindari Love Scamming.

"MyIdScore juga bisa digunakan untuk memeriksa skor kredit misalnya orang yang flexing untuk mendapatkan pasangan, atau bagi orangtua yang ingin mengenal calon menantunya," imbuh Wahyu Trenggono, Direktur Keuangan IdScore kepada AkuratCo.

Aplikasi ini sendiri sudah dapat diunduh oleh pengguna Android, melalui Playstore dan dapat dimanfaatkan untuk mencek credit score, data riwayat kredit, memantau kredit yang sedang berjalan, serta memastikan akurasi dan keterkinian data. Dalam waktu dekat, pengguna iOS juga dapat mengunduhnya melalui App Store.***

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.